Tantangan10Hari#1 — Day4

BunSay#1: Komunikasi Produktif

Hari ini hari Jum’at. Hari Jum’at selalu jadi hari spesial untuk saya, karena hanya hari Jum’at saya punya hak untuk memaksa suami bangun sebelum adzan dzuhur supaya bisa sholat Jum’at. Biasanya, Kamis malam saya akan mengingatkan suami bahwa besok hari Jum’at, maksudnya supaya suami bisa tidur sesegera mungkin dan tidak akan terlambat sholat Jum’at. Jum’at kali ini pun begitu. Hari Kamis tengah malam, sebelum saya tidur saya tawarkan suami apakah mau dibikinkan makanan untuk cemilan atau ngga. Suami pun minta teh manis dan roti. Saya buatkan dan saya antarkan ke ruang kerja nya, sambil mengingatkan, “Yang, besok Jum’at ya..”. Karena mood nya lagi bagus, dan mungkin karena saya beberapa hari ini gak banyak bikin pusing, suami menjawab dengan nada gembira, “Oke, yang….”.

Hari ini suami baru masuk kamar shubuh. Dan jam 11 siang saya bangunkan suami. Sebenernya suami gak suka dibangunkan tergesa-gesa. Tapi seperti hari Jum’at biasanya, saya bangunkan suami dengan sedikit memaksa. Dulu, ngga jarang kami cekcok karena masalah Jum’atan. Saya berharap besar suami bisa berangkat Jum’at sebelum adzan terdengar dan duduk manis di shaf paling depan. Tapi akhirnya saya sadar, suami saya memiliki Frame of Experience yang berbeda dengan saya tentang agama. Dan setelah mendengar ceramah Ust. Nouman Ali Khan ini (https://www.youtube.com/watch?v=slAZJ5YBaCc&t=7s), saya tidak lagi mengharapkan sesuatu yang terlalu membebani suami. Yang saya yakin, bahwa suami dan saya are in the same path, Islam. Walaupun suami belum selalu bisa baris di shaf paling depan di mesjid, namun dia tidak pernah menzalimi orang lain, selalu menjadi bapak yang baik, menjadi suami sangat bertanggung jawab dan selalu berusaha melindungi dan membahagiakan istri, selalu berusaha menebar manfaat untuk orang lain.

Saya ikut berangkat dengan suami Jum’atan, untuk membeli makan siang bersama. Di jalan, saya lihat ada satu mesjid yang sudah bubar Jum’atan. Kalau biasanya, saya akan langsung pasang muka bete, dan suasana jadi ga enak. Kali ini saya coba menahan sedikit kebiasaan itu. Suami bilang, mesjid itu memang selalu lebih cepat. Sesampainya di mesjid biasa suami Jum’atan, ternyata benar, sholat belum dimulai. Biasanya suami akan parkir di supermarket di sebrang mesjid (dan suami harus jalan agak jauh) supaya saya bisa belanja disana sambil menunggu suami Jum’atan. Saat itu, saya segera mengusulkan untuk mencari parkir terdekat mesjid saja.

Malamnya suami terlihat lebih santai dan meluangkan waktu lebih untuk bermain bersama saya dan Milka. Seharian ini kami tidak ada cekcok. Ngga seperti minggu lalu, dalam sehari pasti ada aja sedikit cekcoknya.

Pelajaran yang bisa saya ambil di hari ini adalah bahwa jika ada sesuatu hal kecil yang tidak seperti yang saya harapkan, akan lebih baik jika saya bisa menahan diri untuk tidak mengeluh atau komplain. Karena dengan begitu, bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman dan akan lebih mudah menemukan solusi dari tantangan kecil tersebut.

#hari4

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip