Buku kumpulan puisi “Merelakan Diri Terbakar” berisi puisi-puisi pilihan yang ditulis sejak saya masih kuliah sampai akhir tahun 2016.

Sebetulnya saya berniat membukukan puisi-puisi tersebut hanya sebagai pegangan saja, jika, misalnya, sewaktu-waktu menghadiri malam sureq dan saya bisa membawa dan membacakan puisi-puisi saya sendiri, tentu saja dalam bentuk sebuah buku.

Sebelum menerbitkannya, saya selalu merasa deg-degan sekaligus was-was apakah puisi-puisi saya bisa diterima oleh orang-orang atau tidak. Tapi karena saya tidak berpikir banyak, akhirnya saya putuskan untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai — apapun yang Anda sebut ‘selesai’.

Dalam prosesnya, saya tentu saja dibantu oleh beberapa orang, mulai dari muatan isi, bentuknya, pembuatan sampul, penataan letak, bahkan juga distribusi. Semuanya berasal dari energi sahabat dan teman-teman saya.

Saya bersyukur. Akhirnya ada buku sendiri yang bisa saya banggakan sekaligus saya sesali.

Terakhir, hasil penjualan buku puisi ini akan digunakan untuk menyelesaikan film pendek yang telah saya dan Imitation Film Project kerjakan di Bone, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Terimakasih banyak untuk semua yang masih percaya, untuk semua energi, dan untuk semua semangat yang terus menyala. Tos!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.