Hafalan Ryan

Sudah beberapa hari terakhir ini Ryan disuruh menghafal oleh gurunya. Sebetulnya itu hukuman karena Ryan tidak pergi kerja kelompok dengan temannya. Ia kemudian disuruh menghafal dan menceritakan kisah Nabi Muhammad sehabis melakukan Isra’ Mi’raj serta kesan Abu Jahal dan Kafir Quraisy.

Hari ini ia harus menceritakannya di depan guru dan teman-temannya.

Semalam Ryan memilih untuk tidak menghafal cerita tersebut. “Panjang sekali” katanya. Saya berkata padanya, “Nda usah dihafal, dimengerti saja. Ceritakan sesuai caramu sendiri. Nda mesti sama persis.”

Ia lebih memilih tidur. Saya hanya menertawainya. Tidak pula saya bangunkan. Saya merindukan masa-masa itu ketika kita bisa memilih dan memutuskan apapun yang kita inginkan.

Mungkin kalau Ibu saya tahu soal ini, ia akan memarahiku karena membiarkan Adik saya menjadi seorang pemalas. Tetapi tidak. Saya tidak mau membesarkan Ryan dengan penuh ketakutan dan amarah. Kalau ada yang patut ia takutkan, sebaiknya bukan gurunya, melainkan Tuhan semata.

Entah kenapa, saya merasa sedikit berhasil sebagai Kakak.