Simpang Siur Relokasi PKL Akibat Renovasi Stadion Manahan

Radiergummi
Sep 9, 2018 · 3 min read

Nadia Elfirda (15417120)

Beberapa hari terakhir, warga Solo diributkan dengan isu ditutupnya Sunday Market Manahan untuk selamanya akibat renovasi Stadion Manahan. Sunday market sendiri merupakan pasar tumpah yang bertempat di bagian dalam maupun luar area stadion. Di sana ratusan PKL memenuhi stadion setiap Minggu pagi untuk berdagang mulai dari makanan, pakaian, perabotan, hingga hewan peliharaan. Sunday market telah menjadi sumber penghasilan yang strategis dan menguntungkan, karena sebagian besar warga kota Solo berolahraga di sana atau sekedar refreshing dengan berbelanja di pasar tersebut. Pengunjung-pengunjung itulah yang membuat keuntungan naik berkali lipat dari hari-hari biasa. Wajar bila ancaman ditutupnya Sunday Market membuat para PKL yang menggantungkan nafkahnya di sini ‘panas’ dan akhirnya melancarkan aksi demo untuk memprotes rencana pemerintah tersebut yang dilakukan di depan Kantor Balaikota pada Jumat, 7 September 2018.

Ketidaksetujuan para PKL dilandasi beberapa hal. Pertama, mereka beranggapan bahwa alasan pemerintah Kota Surakarta menutup Sunday Market tidak realistis karena lokasi tempat mereka berjualan dengan lokasi renovasi berjauhan sehingga pedagang menilai aktivitas mereka tidak mengganggu jalannya renovasi. Menurut ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM), Joko Santoso, kepada Jawa Pos pada Jumat (7/9/2018) masalah pembangunan masih bisa disiasati. Kedua, masih menurut Joko, keberadaan pedagang sendiri dinilai tidak merugikan pemerintah karena mereka turut berkontribusi menambah pendapatan asli daerah melalui uang retribusi yang mereka bayarkan setiap minggu. Besar retribusi yang dibayar tiap pedagang adalah sebesar Rp2.500 per meter persegi ditambah retribusi parkir sebesar Rp2.000. Jumlah pedagang di Sunday Market sendiri mencapai 1.500 pedagang. Bila penutupan Sunday Market tetap dilaksanakan, bisa dibayangkan seberapa besar berkurangnya pemasukan PAD. Alasan terakhir mengapa para PKL menolak penutupan tersebut adalah karena Pak Jokowi lah yang memindahkan mereka dari jalanan ke area stadion Manahan sehingga lebih tertata dan terpusat. Pemusatan PKL menjadi Sunday Market Manahan pun lambat laun menjadi salah satu ikon kota Solo yang selama puluhan tahun telah menjadi pusat rekreasi keluarga untuk semua kalangan. Dari ketiga alasan itu lah, penutupan Sunday Market dirasa hanyalah sebuah solusi praktis yang justru akan menimbulkan masalah lain, yaitu terimbasnya perekonomian para PKL.

Berbeda dengan pendapat para PKL, Walikota Surakarta menyatakan bahwa selama ini pemanfaatan area stadion sebagai pasar telah menimbulkan kerusakan pada sarana prasarana yang ada. Menurut RTRW, Gelora Manahan peruntukannya adalah sebagai kawasan olahraga dan ruang publik sehingga penggunaan area tersebut sebagai pasar tumpah telah menyalahi aturan. Sebagai salah satu proyek strategis nasional, renovasi Stadion Manahan berada di bawah Meteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek ini direncanakan akan selesai sebelum 30 September 2019. Untuk memperlancar pembangunan serta demi keamanan dan keselamatan semua pihak pemerintah kota menginstruksikan agar dilakukan relokasi para PKL. Sayangnya, para PKL tidak mau direlokasi ke tempat yang telah ditentukan oleh Dinas Perdagangan, yaitu di Galabo, CFD Jalan Slamet Riyadi, dan CFD Jalan Ir.Juanda karena jam operasi di ketiga tempat itu hanya sampai jam 9 pagi, tidak seperti di area Gelora Manahan yang beroperasi hingga pukul 11 pagi. Oleh karena itu, beberapa upaya negosiasi masih dilakukan di antara kedua belah pihak agar tercapai kesepakatan atau win-win solution.

Referensi:

Wardhani, Indah S. 2018. Wali Kota Solo : Maaf, Sunday market Harus Bubar!. Solopos.com. soloraya.solopos.com/read/20180831/489/937085/wali-kota-solo-maaf-sunday-market-manahan-harus-bubar

Isnanto, Bayu Ardi. 2018. Direlokasi, PKL Sunday Market Manahan Demo di Balai Kota Solo. Detiknews.com. https://news.detik.com/jawatengah/4201676/direlokasi-pkl-sunday-market-manahan-demo-di-balai-kota-solo

Warsito, Budi. 2018. Pedagang Sebut Alasan Penutupan Sunday Market Tidak Realistis. Jawapos.com. https://www.jawapos.com/jpg-today/07/09/2018/pedagang-sebut-alasan-penutupan-sunday-market-tidak-realistis

Fitriani, Eka. 2018. Tolak Dipindah, Pedagang Anggap Sunday Market Manahan Solo Sudah Jadi Icon. TribunSolo.com. http://solo.tribunnews.com/2018/09/07/tolak-dipindah-pedagang-anggap-sunday-market-manahan-solo-sudah-jadi-icon.

Saputro, Imam. 2018. Stadion Manahan Solo Direnovasi, PKL Sunday Market Harus Angkat Kaki. TribunSolo.com. http://solo.tribunnews.com/2018/08/29/stadion-manahan-solo-direnovasi-pkl-sunday-market-harus-angkat-kaki

    Radiergummi

    Written by

    An eraser, maybe?