Konten Kurang Tepat di “Peryoutube-an” Indonesia

Kita semua pasti setidaknya pernah melihat video seperti ini di Youtube kita. Karena video ini sempat nangkring di bagian Trending Youtube Indonesia. Saya cek terakhir video ini sudah memiliki view sebanyak 8 Juta view. Jumlah ini cukup banyak mengingat dari data yang dikeluarkan KOMINFO pada tahun 2013 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 63 Juta per harinya jumlah ini tentunya meningkat pada tahun ini dimana sudah banyak smartphone yang terjangkau dan semakim mudahnya akses internet.

Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana konten yang ada di Video tersebut terdapat konten yang seharusnya tidak dilihat oleh anak kecil. Beberapa konten tersebut seperti,

  • Menggunakan model wanita dengan pakaian yang minim
  • Menggunakan kata-kata yang kasar yang bisa dengan mudahnya ditiru anak kecil

Seperti yang kita tahu bahwa anak kecil memiliki kecenderungan belajar dengan meniru, baik meniru orangtuanya, lingkungannya, atau hal yang ditontonnya. Maka jangan kaget apabila adik, anak, atau keponakan kalian tiba-tiba berbicara “i don’t give a F*** B****” karena memang kata-kata itu lah yang ada di video tersebut, Dengan pengulangan yang terus menerus bahkan anak kecil bisa menyebutkan kalimat tersebut. Anak kecil akan meniru meskipun tidak mengetahui arti sebenarnya dari perkataan tersebut, karena menurut mereka hal tersebut merupakan sesuatu yang keren.

Saya bukan seorang Youtuber, saya juga penikmat youtube dengan konten-kontennya yang kreatif, tapi saya juga seorang kakak dari adik saya tentunya saya ingin yang terbaik untuk adik saya. Saya bukan haters dari video atau orang-orang tersebut. Saya hanya ingin mengajak para orangtua, kakak, keluarga untuk lebih selektif dalam memantau konten yang dilihat oleh anak-anak. Karena kita tidak mau apabila kejadian yang terjadi pada Yuyun beberapa waktu lalu terjadi pada anak/adik kita karena kurangnya kontrol dari orangtua dan juga karena konten yang ditontonnya tidak mendidik.

Saya mengerti bagi seorang yang menggantungkan pencariaan rejekinya dari youtubeview berarti segalanya, dan apapun akan dilakukan demi mendapatkan view. Saya mengapresiasi pada pembuat dari video ini yang sudah dengan niat dan modal yang besar bisa menghasilkan video yang apik. Tapi sebagai pembuat konten seharusnya bisa bijak dalam membuat kreasi-kreasinya. Apabila sudah tahu bahwa sasaran dari kontennya adalah untuk semua umur dan tidak dibatasi.

ttd.
Radityo Bimo K.A
seorang mahasiswa dan kakak.
Like what you read? Give Radityo Bimo Kartiko Aji a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.