Toleransi, Tingkat Tertinggi dari Pengetahuan

Beberapa waktu terakhir banyak di layar kaca kita berita tentang Ibu Saeni, beliau adalah seorang pedagang warteh di daerah serang yang dagangannya di razia oleh SATPOL PP. Kejadian ini sempat ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi di Indonesia.

Setelah ditayangkan, malamnya hal ini menjadi viral di media sosial terutama twitter, lalu ada seorang netizen yang berinisiatif membuka rekening donasi untuk diberikan kepada Ibu Saeni. Bantuan donasi ini pun meledak dengan banyaknya netizen yang bersimpati terhadap kejadian tersebut.

Yang ingin saya sampaikan adalah bukan tentang donasi yang diberikan tetapi tentang sikap orang Indonesia yang menanggapinya bermacam-macam. Saya pun hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat respon orang Indonesia :) Saya pun juga melihat di timeline twitter @amRazing salah satu penggagas dukungan ini. Banyak orang Indonesia yang mencela dan salah satu yang menurut saya lucu adalah bagaimana orang Indonesia menggunakan agama dari @amRazing untuk membuat fitnah :)

Maksud saya, come on :)) apakah untuk berbuat baik kita harus melihat agama seseorang? apakah untuk menolong kita harus melihat agama seseorang? bukankah semua manusia diciptakan sama derajatnya dengan manusia yang lain?

Bayangkan saja kalo hal ini terus terjadi bisa-bisa akan terjadi suatu kejadian seperti ini,

Di sebuah pantai ada seorang bapak-bapak yang tenggelam dikarenakan terseret ombak. Bapak tersebut pun meminta tolong karena tidak bisa berenang dengan berteriak tolong. Ada seorang Bapak lainnya yang datang dan hal yang diucapkannya pertama kali adalah agamamu apa? kalau bukan agama yang sama seperti saya tidak akan saya tolong.

Tentunya kita tidak mau nantinya agama digunakan sebagai alat untuk membenci dan saling memfitnah kan? Kita tidak mau kan tinggal di negara yang tidak memiliki rasa toleransi?

Dengan meningkatnya pengetahuan dan pendidikan menurut saya juga akan meningkatkan toleransi dari diri kita juga. Dengan memiliki pengetahuan tentunya kita juga semakin sadar bahwa kita ini hanyak organisme kecil di semesta. Kita akan sadar bahwa kita memerlukan orang lain. Kita akan sadar bahwa orang lain juga sama seperti kita.

Tweet dari Menteri Agama Republik Indonesia
The highest level of education is tolerance
Like what you read? Give Radityo Bimo Kartiko Aji a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.