Kau adalah keabadian, yang lalu dan takkan kembali

3 Sajak terakhir sebelum perpisahan


/1/

Segalanya hanyalah kenangan; kecuali kita, dunia, dan cinta.

Pikirkanlah tentang keberadaanmu, saat desir pasir beradu dengan gurau senja dan kita berkhayal tentang bising malam yang membangunkan para tetangga.

Kau adalah keabadian, yang lalu dan takkan kembali.


/2/

Rindu berterbangan dalam suara; suaramu, suara kita, dan suara para tetangga yang terganggu bisikan malam.

Kita berbicara dalam isyarat tanpa suara tapi kau tetap mengerti tanpa syarat apapun.

Ajarkan aku berteriak, agar mereka mengerti.


/3/

Kopi pagi ini terlalu manis, sementara di luar udara terlampau dingin, dan kau; menggigil manis sambil tersenyum didepanku sekarang.

Kau mengingatkanku kepada embun yang hadir sesaat setelah bumi membeku dan matahari menghangat di pagi hari.

Kau akan menghilang, dan akan menjadi uap yang berterbangan saat siang menjelang.