Di Indonesia pendidikan menjadi masalah utama bagi seluruh aspek bidang dalam negara ini, masalah utama dari negara ini adalah kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya. Pepatah mengatakan “Pendidikan adalah ujung tombak perbaikan bangsa” Dari hal tersebut kami begitu yakin masalah tersebut bisa di selesaikan dengan adanya pendidikan.
Pendidikan yang baik, akan melahirkan generasi-generasi yang unggul dan cerdas dalam setiap bidangnya, yang nanti akan memiliki pemikiran baru untuk memecahkan suatu masalah yang terjadi di negara ini. Bahkan para generasi tersebut dapat menciptakan teknologi-teknologi terbaru unggulan dari bangsa.
Kita beruntung, saat ini Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi industri 4.0 dimana akan hadir inovasi-inovasi digital terbaru. Mengingat pendidikan kita saat ini bisa di bilang seperti itu saja, setiap tahunya. Oleh karena itu kami ingin berbagi ide mengenai konsep pendidikan yang dapat digunakan oleh Bapak Menteri Kemdikbud untuk memikirkan, bagaimana cara belajar siswa di sekolah.

Circle Concept
Circle Concept atau bisa disebut Konsep Lingkaran, adalah suatu cara belajar siswa memanfaatkan teknologi yang dapat membantu siswa dalam mencari bakat dan mengembangkan dirinya sesuai industri kreatif saat ini. Di sini siswa di ajarakan untuk berkaloborasi dan berinovasi. Siswa yang memegang kendali (Free Choice), guru membimbing, dan pemerintah mengawasi.
Dengan menggunakan konsep sinkronisasi data sekolah dengan Kemdibud yang diharapkan dapat mempermudah sekolah dalam menggunakan aplikasi meskipun dalam keadaan offline.

Sekolah dapat mengaktifkan fitur sinkronisasi dalam waktu tertentu (Sebagai contoh 7 hari), data tersebut akan tersinkron ke pusat, baik dari pusat ke sekolah maupun sekolah ke pusat.
Beberapa teknologi dapat membantu siswa dalam mengembangkan bakatnya dan dapat membatu sekolah dalam pengolahan data nantinya.
1. Wireless Library / eLearning
Hal ini dapat memudahkan siswa dalam belajar secara bebas (Sebagaia contohnya jika siswa masih belum paham dengan apa yang di ajarkan oleh guru, siswa dapat melihat video yang berada dalam e-Learning, disini siswa dapat memilih siapa saja instruktur yang dia inginkan, dan tentunya dapat mengulang video secara terus menerus hingga siswa paham) dan memudahkan dalam mencari materi yang di minati oleh siswa (Free Choice)
e-Learning ini tidak sekedar belajar secara digital, akan tetapi mesin menyediakan juga Course Recommendation yang dapat membantu siswa mengembangkan minatnya, lalu siswa dapat menganalisa kemampuan dirinya dalam bentuk grafik dan diberikan rekomendasi hal yang perlu di pelajari.
2. Absence
Dengan ini kita dapat memantau tingkah laku siswa, mengapa siswa dapat bolos maupun absen pada jam mata pelajaran. (Data Mining) Sama halnya seperti e-Learning, Absence ini nantinya akan mengumpulkan data untuk dapat di kelola, mengapa siswa di Indonesia begitu malas datang kesekolah.
3. Online Information School
Semua informasi yang seharusnya dapat diketahui guru dan siswa akan dapat terlihat di internet dan mudah di pantau oleh orang tua siswa. Informasi mengenai siswa di sekolah (Seperti hasil grafik dari e-Learning, Keuangan, Absen, dll) dapat di lihat oleh orang tua siswa agar bisa di pahami orang tuanya.
4. Virtual Reality / Augment Reality

Beberapa fitur ini seperti ruang kaloborasi online untuk siswa
Ruang Kaloborasi Online ini nantinya siswa dapat mencari pendamping untuk menyelesaikan suatu masalah yang di hadapinya (Callaboration)
Ruang Karya adalah ruang publish, karya yang dimiliki siswa ke sebuah aplikasi yang nantinya akan menjadi contoh hasil nyata dan dapat menyelesaikan masalah sekitar, yang dapat membangkitkan rasa ingin bersaing (Innovation)
Ruang Studi Kasus Nyata adalah ruang yang di dalamnya banyak bentuk permasalahan-permasalahan nyata yang terjadi di lingkungan sekitar, yang dapat diselesaikan oleh siswa baik di level paling mudah dan level paling sulit.
Siswa yang bermain pada aplikasi ini nantinya akan mendapatkan poin setelah menyelesaikannya, lebih baik daripada KIP. Agar siswa dapat lebih bersemangat dalam bersaing.
Berikut yang dapat di paparkan mengenai konsep “Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan” dengan mengembangkan pendidikan menjadi lebih baik lagi, kita dapat melahirkan generasi-generasi yang unggul dan cerdas dalam setiap bidangnya pada negara ini.
Artikel ini akan kami perbaharui terus hingga terwujudnya pendidikan yang lebih baik.
Date edited: 25 November 2019
Editor: Anggita