Confession

Sumpah. Susah banget ngilangin insecurity. Terutama buat upload apapun di sosmed.

Dealing with cyber bullying tuh butuh banyak waktu ya. Nggak cukup setahun, dua tahun. Udah sepuluh tahun lebih. Tapi rasanya masih sama. Super takut!

Huah, aku gemetar nulisnya karena aku takut. Hehehe. Sejak SD, aku suka banget nulis. Entah nulis mbak-mbak yang terbang, gajah, jerapah, serigala, cinta, temenan, ditinggal Mama Ayah, dan yang baru-baru waktu SMP, tentang lingkungan dan OSIS, karena memang banyak kegiatan disana. Lalu tiba-tiba muncul lah fans page di facebook yang kira-kira bunyinya begini, ANTI ANAK EMAS. Isinya macam-macam. Misalnya begini, nih. Yang masih aku ingat betul sampai sekarang.

“Ayo bunuh anak emas,”

“Duh, gara-gara anak emas, waktu upacara makin lama gegara bagi-bagi piala,”

“Carmuk ke guru!”

“Banyak banget deh kegiatannya. Nggak mungkin bisa sukses kalau semua diikutin,”

“Kamu memang cantik, tapi gayamu kayak per*k,”

Dan blah blah blah. Hehehe, ternyata masih susah nulisnya ya. yang paling aku ingat sampai sekarang sih, begini

“Sok-sokan bikin blog. Tulisannya juga nggak ada faedahnya. Mending nulis batu nisanmu aja, deh,”

Waktu itu, reaksi pertamaku adalah menyalahkan diri sendiri. Dan itu yang aku rasakan tiap kali ada orang lihat kearahku. Seolah-olah, tiap tatapan mata ikutan nyalahin aku. Salah sendiri jadi ketos. Salah sendiri jadi tim lingkungan. Salah sendiri ikut lomba. Salah sendiri banyak tanya. Salah sendiri cerewet. Salah sendiri begini, salah sendiri begitu.

Masalah fans page selesai di ruang BK. Aku kira tuntas lah kasus itu. Ternyata masalah itu berbuntut sampai sekarang. Mulai dari tulisan yang nggak sebebas dulu, gaya penuturan yang ancur (kaya sekarang mungkin ya?), nggak berani banyak tanya, susah berteman, dan yang paling parah, selalu takut.

Banyak berdialog kayanya jadi kunci utama buat lepas dari dampak cyber bullying ini. please stop spread hate. Kalau kamu nggak suka, diam. Atau kalau nggak tahan, ceritalah ke sahabat atau teman terdekat. Cemoohanmu nggak akan ada hasilnya kecuali berbalik ke kamu sendiri. Aku setuju kalau mencemooh sama dengan membunuh karakter orang. Berkatalah yang baik atau diam. Oke?

For whoever you, yang sama-sama kaya aku begini. aku nggak tahu sih solusi apa yang tepat. Kalau kata beberapa orang, nggak ada gunanya kita memenjarakan diri dalam kebencian yang diciptakan orang. Masa si pembully sekarang bisa hidup bahagia, tapi kamunya masih terpenjara dalam masa-masa yang dia ciptakan? Kita jalan lagi, yuk!