ALHAMDULILLAH

Tidak ada hentinya aku berucap syukur memandang lelaki yg sedang terlelap di sampingku ini

Desember 2013

Seperti biasa, hari yg cukup padat untukku. Di sela menunggu, jemariku berselancar di dunia maya. Aplikasi yg bernama “path” menjembatani perkenalan kita. Semua berjalan begitu saja. Sebelumnya aku tidak pernah mau menerima pertemanan dari orang yg tidak benar2 aku kenal. Apalagi pada saat itu pertemanan di path masih dibatasi oleh angka.

Akhir Desember 2013

Masih dengan kesibukan akhir tahun, namun kali ini sedikit berbeda. Terselip perbincangan disela kesibukan. Iya. Pertemanan di dunia maya itu menggiring kita ke perbincangan yg lebih dalam lagi. Baru aku sadari bahwa dia tidak jauh dari aku. Sekolahnya, teman2nya, adiknya, aku mengenal mereka. Kecuali dia.

Awal Januari 2014

Tidak ada lagi kesibukan akhir tahun. Masih tetap sibuk. Tapi dengan perbincangan pagi kita. Kali ini tanpa perlu mengetik. Karena dia menelponku. Masih jelas diingatanku bagaimana dia meminjam nomor temannya hanya untuk menelponku. Orang yg belum benar2 dia kenal.

Januari 2014

Suhu di Korea yg mencapai minus, serta kegiatan yg tiada henti merobohkan pertahanan tubuhku. Dibarengi dengan pulsa yg tiba2 habis dan jaringan wifi yg kurang mendukung. Lengkap sudah. Aku merasa ada yg hilang.

Ternyata bukan hanya aku yg merasa kehilangan. Aku hanya bisa tersenyum membaca panjangnya pesan yg dia tinggalkan.

Akhir Januari 2014

Belum juga datang. Kuputuskan untuk duduk dan memesan menu di Sour Sally. Tiba2 ponselku berdering dan munculah sesosok lelaki itu. Keakraban itu akhirnya tampak nyata tanpa perlu menggenggam ponsel.

5 Februari 2014

Malam ini perbincangan kita tidak seperti biasa. Ada yg harus diseriuskan dengan semua yg sudah terlewati. Kita semakin abu2. Dan kita putuskan mengakhiri keabu2an ini untuk selangkah lebih maju.

Kita sadar ini jauh dari kata mudah. Jarak seakan menjadi sumber dari setiap masalah. Namun lebih dari itu. Saat2 menunggu kedatangannya. Kebahagiaan itu mampu membayar semua masalah yg ada. Saat bertemu menjadi lebih bermakna. Setiap detik bersama menjadi sangat berharga. Walau akhirnya kita sadar. Waktu akan membuat jarak kembali ada. Tapi selalu kita yakini. Waktu juga yg akan kembali menyatukan kita.