Rafli Hadiana
Nov 1 · 2 min read

SINGLE 2015

Aku dapat pelajaran hari ini dari video radit, ya lebih tepatnya film sih. Film ini judulnya adalah ' Single ' awalnya sih aku bingung kenapa diberi judul itu dan penasaran gitu sama filmnya, ya memang film itu mengandung satu hal yang aku gak sadari selama ini.

Jadi film single ini konsepnya sederhana, sering kita alami pada saat remaja, ya mengahadapi diri kita sendiri untuk bertemu dengan orang yang disukai. Ternyata film ini menunjukan bahwa ketika kita menyukai seseorang tidaklah kita selalu perlu untuk membuatnya terkagum atas godaan yang kita berikan, namun yang terpenting adalah kebahagiaan sejati ketika kita bisa melihat orang yang kita suka itu bahagia.

Film Single membuka sudut pandang baru aku terhadap kejadian yang sering aku alami ini, kebahagiaan itu bisa timbul ketika kita berbuat baik pada semua orang, bisa pada teman, sahabat atau bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun. Boleh jadi berkat kebaikan itulah, kebaikan lain akan datang menghampiri kita, orang yang kita sukai misalnya.

Sahabat juga ternyata bisa menjadi sumber kebahagiaan kita selain dari orang yang kita suka. Dengan kita menghabisakan waktu dengan mereka, bertawa canda dengan mereka, akan selalu ada rasa bahagia ketika melihat sahabat kita juga tersenyum.

Dan yang paling penting di video ini ada di scene terakhirnya, Radit (Ebi) bilang kalau: " Gue gak masalah sekarang mau single apa engga, yang penting gue bisa bahagia lihat orang yang gue suka tertawa bahagia. Dan lo harus pastiin apakah lo cuman penasaran atau suka beneran? ". Nah di sini yang bikin jleb banget. Kami selaku remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah, seharusnya lebih menggali lebih dalam statements si Ebi ini, kita haru bisa pastiin apakah suka kita pada seseorang itu hanya penasaran atau suka beneran.

Apa sih yang ngebuktiin hal itu ? Nah di film ada karakter yang namanya ' Bang Jo ' dia itu menggambarkan orang-orang yang mungkin punya presepsi yang salah tentang cinta, iya sih dia kaya, ganteng dan pinter, tapi gak ada tuh perilakunya kalau dia itu beretika. Dia terus buat baik ke Angel (seorang wanita di film ini), namun gak membuat Angel bisa sayang balik ke dia.

Berbeda dengan Ebi yang punya sifat kebalikannya dengan "Bang Jo", dia tampang biasa, sederhana, tapi dia lucu (jadi stand up comedian), orangnya juga bisa baik ke orang lain. Satu ketika secara gak sengaja dia coba bantu ibu-ibu yang kesusahan mencari minum,yang mengidap penyakit lupa ingatan, singkat cerita, dengan keramahan Ebi, Ibu itu bisa mengingat Ebi dan menjadi pertanda bahwa penyakitnya sudah mulai sembuh. Dan usut punya usut ternyata, ibu ini adalah ibu kandung Angle (wanita yang disukai Ebi), hal ini lah yang membuat Ebi berbeda di mata wanita yang disukainya.

Walau cukup sederhana filmnya, tetapi aku bisa merasakan emosional dan maksud dari ceritanya. Related sama kehidupan sehari-hari dan yang paling penting bisa mengedukasi penonton untuk melihat sudut pandang yang baru dalam memahami arti kata cinta.