Guys, aku kangen…

Pernah kah kalian bertemu seseorang, cuma sebentar, tapi pertemuan itu selalu dirindukan? Itu yang aku rasakan. Aneh ya… kita cuma dipertemukan selama satu minggu beberapa bulan yang lalu, tapi rindu ini masih menggelayut sampai sekarang.

Aku masih selalu tersenyum kecil ketika melihat foto kita. Mencoba mengingat candaan sampai obrolan serius di setiap malam. Aku rindu itu. Apa kabar kalian?


Seseorang akan dikenang ketika dalam pertemuannya meninggalkan kesan mendalam. Begitu banyak orang berubah karena adanya sebuah pertemuan (Andrea Hirata)

Kalian telah meninggalkan kesan yang mendalam buatku. Entah. Aku tidak pernah dengan mudahnya dekat dengan orang lain. Tapi dengan kalian, aku merasa dekat. Walau sebenarnya kita belum pernah bertemu sebelumnya. Kita jauh. Literally jauh. Dozer di Tarakan, Eka di Batam, Tania di Tangerang, Mas Ivan di Depok, Dimas di Bekasi dan aku di Madura. Obrolan dan keseruan kita hanya terjadi di grup telegram. Sekali ketemu, cuma 1 minggu. Tapi… sungguh, pertemuan kita hangat! Terasa dekat. Seperti bertemu dengan kawan yang telah lama kenal.


Dimas

Sebelum bertemu Dimas, aku pikir dia orang yang hanya keren outside nya. Dimas seorang drummer, ganteng, penampilan oke, alumni UI, siapa yang nggak terpesona. Well, kesan pertama tentang Dimas hanya sebatas “Oh okay, he’s fine” (haha). Setelah bertemu, mengobrol, duduk di sampingnya, mendengar pemikirannya, aaaahh penilaianku salah besar. Dimas punya mindset yang sangat keren. Dia tulis semua pemikirannya di buku bercover “Think!” miliknya. Dia orang paling inisiatif, langsung action tanpa banyak omong, care dan spontaneous.

Dan yang paling aku ingat tentang Dimas adalah ketika kita sedang terpana dengan materi Pak Yudi Latif tentang penguatan nasionalisme, Dimas dengan semangatnya berkata, “Semangat gue dengerin materinya. Indonesia ternyata luar biasa ya. Gue harus cerita ini ke adik gue. Dia harus tau kalau Indonesia itu hebat. Gue catet buat adik gue nih!”. Aku tersenyum waktu itu. He’s not just fine. He’s so… damn really fine.

Sampai sekarang, aku paling dekat dengan Dimas. Setelah kenal lebih dekat, aku menyadari satu hal… suka banyolnya Dimas ternyata berbanding terbalik dengan sifat aslinya. He’s introvert. Like me. He’s a thinker. I know what’s inside his head without have to ask. And strangely, sometimes he knows what inside me even without asking me. It gave me a goosebump when he suddenly send me an instagram quotes that absolutely fit my condition at that time. He never ask me before.(Gile merinding gue. Belum juga curhat udah tahu duluan). He is such a very good friend to talk with.

Mas Ivan

Cool. Itu kesan pertama ketika bertemu dengan ketua kelompokku ini. Cukup goyah ketika melihat dan mengenal Mas Ivan. Because he typically fits my ideal figure. Typically. Mas Ivan ini kalem, garing, pengertian, perhatian, sabar, calon master science engineering A&M University Texas, pokoknya idaman wanita. Sayangnya dia kurang peka sama wanita (haha). Well, sebelum bertemu Mas Ivan secara langsung, kita lumayan sering chat personal karena Mas Ivan ketua dan harus kroscek anggotanya satu per satu. Dari situ mulai berlanjut. Aku rasa dia ini terlalu serius dan kaku. Mungkin bawaan wibawa ketua.

Setelah bertemu Mas Ivan, tidak banyak yang membuat terkejut. Karena ekspektasiku dan realita sebanding. He’s so impressively nice guy. Tipe diam dan menghanyutkan. Aku suka. Mas Ivan ini sosok leader yang baik. Saking baiknya bahkan kita anggota kelompoknya semena-mena (pakai hashtag #semenamena) sama Mas Ivan (wkwk). Mas Ivan sungguh sangat sabar luar biasa. Pasca PK, kami semakin dekat. Ada suatu hal yang membuat kami dekat dan agak suka curcol. Suatu hari nanti kalau Mas Ivan baca tulisanku ini pasti akan senyum.

Tania

Tania adalah saxophonist, designer, dan video grapher. Talented sekali anak ini. Paling muda di antara kita tapi prestasi paling banyak. Aku kagum betapa dia sangat bertanggung jawab. Rela tidak tidur berhari-hari demi menyelesaikan kepentingan kelompok. Tania is such a strong girl.

Dekat dengan Tania karena curhatan tentang Long Distance Relationship. Obrolan kami tidak jauh jauh dengan gombalan, LDR, jodoh, Werewolf dan Lipstik ! (haha). Tania is a game maniac. Dia tomboy, tapi hatinya lembut sekali. Terlihat dari kegalauannya tentang how to survive Japan-Indo relatioship in 2 years yang sempat Tania ceritakan kepadaku. Dalam kondisi itu, kemarin, aku sangat paham dengan yang Tania rasakan. Well, I was a long distance relationship survivor. I was. Aku banyak memberikan nasihat cinta buat Tania. Dan menurut dia, obrolan denganku membuatnya tenang. Apa kabar kamu Tania? Aku kangen sekali. Katamu kamu sibuk menata hati, ada apa?

Eka

A smart girl that you will directly know in a first glance of her. Eka pintar sekali dan Eka perhatian. She always took care of me when I was very sleepy. Dia selalu menyodorkan air dan permen ketika aku bosan dan mengantuk di tengah tengah materi. Dia memberikan bahunya untuk aku rebahkan kepalaku yang sudah memberat. Eka adalah teman makan, teman mengobrol di kelas, teman tertawa, teman menjahili Opo dan Dozer, teman yang paling cantik meskipun harus bangun pagi pagi buta. She hugged me in our separation. And… it made me feel weary.

Eka… setelah pertemuan itu. Aku tahu bahwa Eka punya suara yang bagus dan unik. Selera musik nya sama denganku. Country and Oldies. Kedewasaannya tercermin dari pilihan lagu-lagunya. Eka memang sangat dewasa pembawaan dan pemikirannya. Aku sangat suka itu. Now, she’s in Adelaide. And I really miss you

Dozer

Dozer seorang taruna polisi. Dia akan melanjutkan kuliahnya di Glasgow University, UK. Bahkan dia pernah kuliah di Farmasi UI sebelum memutuskan untuk menjadi aparat negara. Sangat membuat iri. Dozer ini tidak menampakkan dirinya sebagai seseorang yang punya banyak prestasi. He’s just too down to earth person.

Bagaimana aku tidak merindukanmu? Dozer adalah sosok penghidup suasana. Dia yang paling suka membuat lelucon. Dozer suka membuat gombalan gombalan jayus, dan akan sangat speechless ketika aku balas gombalannya (aku memang suka membuat hal hal kecil menjadi rayuan manis dan seringkali berhasil haha). Dozer adalah teman gombal, teman jayus, teman jahil, satu lagi… teman yang berbahaya. Bagaimana tidak? Hobinya menscreen-capture chat pribadi dan disebar ke grup. Jahanam betul.

Dibalik ketidakseriusannya, Dozer adalah orang yang sangat serius. Ternyata kalau masalah tjinta dia sangat serius. Suatu ketika, kami berbincang tentang jodoh dan pernikahan. Dozer seems so serious when we discuss about it. Dan sungguh, ini membuat aku tertawa terpingkal-pingkal. Aneh. Begitulah Dozer. (Lu nggak cocok serius, bagian lu udah fix tukang banyol. Yang boleh serius cuma Mas Ivan :p)

See you when I see you again Guys. Berharap sekali akan bertemu lagi. Lengkap. May be, someday in Aussie? Texas? UK? Japan? Atau di Indonesia. Aku akan sangat menantikannya.