Tentang Rejeki

pagi ini, di tengah sibuknya aku mempersiapkan berkas beberapa bank, mas C nyamperin divisi aku, ngasih undangan…

“jadi mas?” i asked.

“ya jadi lah. masa ngga jadi.” he answered with a bright smile :)

mas c salah satu rekan kerja di kantor, bagian legal yang biasanya aku repotin kalau minta review polis. kami terbiasa diskusi masalah hukum dan pasal-pasal. tapi suatu malam, kami berdiskusi masalah lain…

“gue mau nikah bulan depan.”

“serius nikah lo? sama siapa?”

“sama cewe gue, udah 7 tahun pacaran.”

“gila 7 tahun pacaran ngapain aja lo?”

mas c 2 tahun lebih tua dari aku. tapi aku melihat bahwa dia sudah dewasa, mempunyai visi, dan yakin atas keputusan yang dia ambil.

“lo tau kan gaji gue di sini berapa? ya udah percaya aja sama Allah. bakal ada aja rejekinya mah kalau niat baik mau nikah. percaya aja…”

aku melihat seorang mas c yang beda. mas c yang biasanya cuek, masa bodo, terkesan tengil, dan kayanya ngga pernah mau kalah kalau lagi diskusi, ternyata memiliki keberanian sebesar itu untuk menikah. ternyata memiliki keyakinan sekuat itu akan kasih sayang Allah.

barakallah mas c! semoga semakin bahagia setelah menyempurnakan separuh agama lo :)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.