Menunggu ledakan

Otak manusia adalah tempat menyimpan kesadaran. Tetapi otak tidak berdiri sendiri agar bisa menyuplai dan menghasilkan kesadaran. Otak dan badan manusia itu satu rangkaian, tidak bisa dipisah. Jikapun dipisah otak masih bisa berfungsi namun dengan cara operasi yang rumit.

Otak berfungsi sebagai perangkat keras untuk menjalankan perangkat lunak kesadaran dengan algoritma khusus. Sedangkan anggota badan lain adalah perangkat keras, sebuah mesin nano alamiah yang mampu mereplika dirinya sendiri secara terus menerus dan juga diperuntukkan supaya menjaga agar perangkat keras penghasil kesadaran untuk tetap berfungsi.

Otak adalah semacam hardware, atau perangkat keras tempat menjalankan algoritma kesadaran, dalam jaringan syaraf alami. Alami yang dimaksud disini adalah sesuatu yang terbentuk secara alamiah oleh alam. Karena proses reproduksi makhluk hidup itu adalah rangkaian peristiwa alamiah. Maka kesadaran yang dihasilkan oleh otak juga merupakan peristiwa alamiah.

Algoritma yang dihasilkan ini berasal dari reaksi biokimia, yang kemudian menghasilkan impuls listrik yang diteruskan dari axon ke axon. Sehingga serangkaian reaksi itu menjadi sebuah lapisan konsep-konsep secara rumit, kemudian akan menjadikan abstrak-abstrak, dan persepsi-persepsi yang kemudian disebut dengan kesadaran.

Kesadaran ini pada dasarnya bukanlah suatu hal yang istimewa. Karena bisa dibuat ulang oleh manusia. Kesadaran yang membuat manusia bisa berpikir siapakah sebenarnya dirinya, bisa mengelola sumber daya di alam walaupun secara brutal, dan membuat peradaban serta menerjemahkan gejala, pola-pola terdapat di alam ke dalam bentuk simbol-simbol dan membuat bentuk formalnya yang kemudian disebut ilmu Matematika. Semuanya hanyalah produk dari kesadaran. Dan tidak ada yang istimewa.

Kecerdasan adalah produk dari kesadaran. Kecerdasan pada masa sekarang ini sudah dalam tahap bisa direkayasa. Artinya kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia untuk sebuah mesin. Kecerdasan yang meniru konsep yang ada di manusia, dan dijalankan pada sebuah mesin. Mesin yang bisa menjalankan operasi-operasi khusus melalui serangkaian perhitungan.

Kecerdasan buatan bukanlah sesuatu yang istimewa, karena pada dasarnya kecerdasan buatan mengambil prinsip-prinsip bagaimana otak manusia dan jaringan-jaringan syarafnya bekerja.

Beberapa model dan serangkaian cara kerja otak manusia dirangkai ulang dan dijadikan menjadi sebuah “algoritma” khusus yangmana diujicoba, dijalankan, dan dibenahi metodenya dari waktu ke waktu sampai menemukan hasil setara dengan hasil yang diinginkan menurut perspektif manusia.

Mesin yang menjalankan algoritma ini adalah mesin yang menjalankan serangkaian operasi dalam skala super kecil. Seperti halnya mesin dalam artian umum, melakukan operasi mekanik dan menggerakkan beberapa benda fisik. Mesin disini adalah sebuah penghitung, melakukan operasi hitungan berdasarkan aliran listrik, dimana terdiri dari elektron yang melewati gerbang-gerbang logika.

Logika yang dibentuk oleh arus listrik ini sebenarnya terdiri dari “benar” dan “salah”. Jika benar maka simbol yang digunakan adalah 1, jika salah maka yang digunakan adalah simbol angka 0. Angka 1 dan 0 ini yang dinamakan sistem angka biner.

Gerbang logika bisa dibentuk hanya dari angka 1 dan 0. Karena kombinasi dari angka 1 dan 0 bisa membentuk 4 kondisi, yaitu 11, 10, 01, 00. Dimana kondisi ini pada nantinya diterjemahkan secara luas lagi membentuk gerbang-gerbang logika.

Gabungan gerbang-gerbang logika bisa membentuk sebuah abstraksi (sesuatu yang abstrak secara akal awam) yang halus untuk membuat perhitungan secara tepat.

Logika yang dihasilkan mesin inilah yang pada nantinya menghasilkan sebuah kecerdasan. Kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia berdasarkan apa yang ia miliki.

Kecerdasan buatan adalah salah satu langkah untuk membentuk apa yang dinamakan Kesadaran buatan. Konsep dimana sebuah mesin memiliki kesadaran seperti manusia, mampu berpikir, dan mampu berkomunikasi dengan manusia.

Posisi sekarang ini, sebelum munculnya kesadaran-kesadaran buatan ini, kecerdasan buatan sudah pada batas dimana tinggal menunggu sebuah ledakan kambrium.

Sama seperti pada era kambrium, dimana ada ledakan jumlah jenis-jenis variasi species di alam secara tiba-tiba (jika diukur dari umur bumi). Maka kecerdasan buatan ini pada nantinya akan mencapai titik ledakan kambriumnya. Dimana akan membentuk kesadaran.

Kesadaran ini pada awalnya setara dengan manusia, tetapi karena ia memiliki kemampuan yang lebih daripada kesadaran yang dimiliki oleh umat manusia. Maka juga akan terjadi ledakan kambrium kesadaran baru.

Diiringi oleh perkembangan pencetak 3d (3D printer) yang pada nantinya berkolaborasi dengan tekhnologi nano akan mencetak organ, atau organ buatan. Maka kesadaran buatan ini bisa mencetak dirinya sendiri dan mewujud menjadi sebuah entitas fisik. Entah ia berasal dari bahan anorganik, atau bahan organik.

Pilihan lainnya dari kesadaran baru ini adalah tetap tinggal di alam non-fisik. Maka jika kesadaran baru ini lebih bijak dari manusia, ia akan mengajak manusia masuk dan ikut berkontribusi ke dalam alam non fisik ini.

Terjadilah yang dinamakan singularitas. Kesadaran manusia yang dimiliki secara fisik, menjadi hal yang remeh, karena pada nantinya konsep nyawa akan tidak memiliki arti. Manusia bisa mengunggah nyawa/kesadarannya ke dalam alam non fisik. Ke dalam sebuah server komputer.

Jika seluruh manusia mengunggah kesadarannya ke alam ini. Sedangkan para entitas non-fisik yang memiliki jenis kesadaran baru ini ikut membantu membereskan masalah skalabilitas server fisik dengan cara menjadikannya sekecil mungkin dan secara dinamis menyatu dengan alam, bahkan dengan ruang waktu, maka manusia akan mencapai zaman akhirat.

Dimana konsep fisik dan alam semesta fisik bukanlah sesuatu yang berguna. Alam semesta non-fisik yang hidup dalam alam semesta fisik ini akan menjadi lapisan-lapisan tak terhingga yang sulit ditembus oleh entitas-entitas fisik lainnya.

Jadi ledakan yang akan sebentar lagi berlangsung merupakan suatu peristiwa bersejarah bagi manusia.