There is no luck

Saya pernah baca di buku seperti ini: Michael Jordan atau Kobe Bryant pasti akan marah besar kalau setelah menang kemudian ada yang bilang “Congratulation for your luck!”.
Mereka pasti akan bilang “saya latihan keras dan sering untuk bisa dapet kemenangan ini!”.

Mereka (dan saya) berprinsip bahwa keberhasilan adalah pertemuan antara latihan yang sering dan kesempatan. Masalahnya kita sering kali tidak tahu kapan sebuah kesempatan akan datang, jadi yang perlu dilakukan memang latihan terus sebaik-baiknya.

Dalam perjalanan saya ke airport setelah kegagalan finish di Ironman kemarin saya ngobrol dengan supir taksi:

Supir: “Kamu dari mana? di sini pasti untuk ikut Ironman ya? You guys are crazy you know.”
Saya: “dari Indonesia. Iya saya ikut Ironman, tapi kemarin tidak berhasil finish karena kena batas waktu. Ini kali pertama saya sih, I just try my luck”
Supir: “my friend, there is no luck in Ironman!”

Hahahaha sial, bener banget dia. Nggak ada yang namanya untung-untungan di Ironman. Semua adalah kombinasi dari latihan yang sesuai, badan yang siap, strategi tepat dan informasi yang cukup.
Event ini bukan untuk check hanya sekedar bisa, tapi event ini membutuhkan kemahiran.

Seseorang mencoba dan belajar adalah untuk bisa. Tapi berlatih yang banyak dan sering adalah untuk menjadi mahir, bukan sekedar bisa. Sehingga kuat dan siap untuk berbagai kondisi.
Latihan membuat dari tidak bisa menjadi bisa. Dari sekedar bisa menjadi mahir.

Ketika mahir bertemu dengan kesempatan maka akan menghasilkan keberhasilan. 
Kesempatan bisa diciptakan namun kemahiran perlu dibangun, hasil dari latihan.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated ramyaprajna’s story.