Sebuah Pesan untuk Khairana Tiardi
Teruntuk Khairana Tiardi, gadis yang beberapa pekan lagi akan berusia 19 tahun.
Halo, Khairana. Bagaimana duniamu? Sudah cukup puas dengan pencapaianmu selama ini?
Ayolah, Khairana, jangan cepat puas dengan semua itu, belum ada apa-apanya! Hindarkan dirimu dari rasa cepat puas itu. Eksplorlah minat dan bakatmu lebih dalam. Aku yakin, Khairana, kamu pasti bisa!
Ayolah, Khairana, jangan kamu teruskan sikap cemburumu. Jangan mudah iri dengan kehidupan dunia orang di luar sana. Kamu pasti bisa lebih dari itu. Jangan menjadi sangat posesif dengan kepunyaanmu. Berbagilah, Khairana.
Kamu sedang apa sekarang? Bermalas-malasan di ranjangmu itu? Keluar, Khairana! Ambil koran hari ini lalu bacalah. Aku yakin wawasanmu akan bertambah. Aku sempat dengar kalau kamu merasa minder dengan isi otakmu yang hanya tahu itu-itu saja. Ayolah, Khairana, rajin-rajinlah membaca.
Khairana, apakah kamu ingat kalau kamu dulu sering merengek karena tidak diperbolehkan pergi dan pulang malam? Berterimakasihlah pada orang tuamu, Khairana! Karena dengan itu kamu bisa menghabiskan waktumu dengan hal yang lebih berguna di rumah, seperti belajar. Kamu ingat kan kamu sekarang kuliah di mana? Di ITB, Khairana! Kampus yang kamu idamkan sejak kamu masih di SMP. Bayangkan bila kamu dulu diperbolehkan ke sana ke mari, mungkin kamu tidak akan melanjutkan pendidikanmu di Kampus Ganesha. Percayalah, Khairana, semua larangan dari orang tuamu dulu akan berguna. Semua itu ada tahapnya, Khairana. Bersabarlah.
Percayalah, Khairana, beberapa doa ibumu telah dikabulkan oleh Tuhan. Tidak putus-putusnya doa yang beliau panjatkan untuk keselamatan dunia dan akhiratmu, Khairana. Tolong jangan pernah berhenti mendoakannya kembali.
Percayalah, Khairana, kerja keras ayahmu telah terbayar. Tidak ada kata lelah baginya demi membayar semua rengekan dan uang kuliahmu. Tolong jangan lupa untuk membayar semua itu dengan gajimu nanti dan jangan sia-siakan usaha ayahmu, ya.
Khairana, aku juga sempat dengar bahwa kamu paling tidak suka mengecewakan orang lain. Benarkah itu, Khairana? Ah, kurasa tidak. Usahamu masih kurang. Kamu rasa hanya dengan menjadi mahasiswi ITB kamu bisa membanggakan sekitarmu? Tidak, Khairana. Ayolah, kamu harus belahar lebih giat. Jangan kecewakan orang tuamu dengan IPK mirismu itu. Jangan mengganggap kamu hanya harus aktif pada akademik. Berorganisasilah, Khairana. Cari teman sebanyak-banyaknya. Kampusmu telah membukakan banyak jalan untuk mencapaikan. Jangan sia-siakan, ya, Khairana!
Kuliahmu bagaimana, Khairana? Kamu sudah berada pada jurusan impianmu, kan? Teruslah semangat, Khairana. Perjalananmu baru saja dimulai. Katanya jurusanmu ini sangat menyenangkan dan berguna bagi masa depan. Ayolah, aku tidak ingin melihatmu banyak mengeluh. Kalau kamu bersungguh-sungguh, mimpimu dalam bidang transportasi itu akan terwujud! Aamiin.
Bagaimana kehidupan pertemananmu, Khairana? Tidak ada masalah, kan? Aku dengar kamu sangat nyaman dengan teman-teman kuliahmu ini. Tolong jangan sia-siakan mereka, Khairana. Bantulah mereka saat mereka membutuhkanmu karena kehidupanmu tidak akan jauh dari mereka. Jangan terlalu larut dalam bersedih ketika teringat dengan perbedaan jurusan. Jangan lupakan juga sahabatmu saat SMA dulu. Sahabatmu itu sekarang jauh denganmu, Khairana. Jangan jadikan jarak 130 kilometer itu menjadi penghalang untuk bersilaturahmi. Jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka agar sukses dan bahagia, Khairana.
Aku dengar juga bahwa kamu memilih seorang lelaki yang sangat kamu sayangi dan banggakan. Benarkah, Khairana? Sesungguhnya manusia tidak ada yang sempurna, Khairana. Jangan selalu egois. Terimalah apa adanya dan jangan lupa untuk menyebut namanya dalam doamu, Khairana.
Sadarlah, Khairana. Tahun depan kamu akan meniup dua puluh lilin di kue ulang tahunmu. Bayangkan, Khairana, kamu akan berkepala dua. Berat kan membayanginya? Tanggung jawabmu akan semakin berat juga, Khairana. Kamu sudah akan dianggap dewasa oleh orang-orang. Buatlah mereka mengandalkanmu, Khairana.
Khairana, aku harap saat kamu membaca pesan ini kamu sedang senang menikmati kesibukan barumu.
Khairana, aku juga berharap saat kamu membaca pesan ini kamu tersenyum dan mengangguk-angguk sendiri.
Khairana, aku tidak akan pernah lelah mendoakanmu agar tidak pernah lupa daratan.
Khairana, aku tidak sabar melihatmu berkembang menjadi wanita yang berguna.