Tentu Adalah Semu

Kemana arah, bilamana gelap selalu singgah?

Diantara titik-titik cahaya, entah dibawa kemana

Suara berisik, tetapi sunyi yang mengusik

Pikirku merekah, tapi mahkotanya tak indah

Aku lupa, semalam hujan menyapa. Ia bertanya, namun samar terdengar nadanya

“Kenapa kau pergi? Bukankah tak ada yang kau cari?”

Aku hanya mengikuti imajinasiku saja, seperti cahaya yang tak seharusnya ada

Hujan kembali berbisik, “Sudahkah lelah mencari?”

Aku menjawab, “Mungkin iya, tetapi suatu hari nanti”

Lalu kembali merajut harap lebih banyak lagi
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Kaffeine’s story.