Duka

Terlihat padaku,
mata bulan di matamu.
bila kau pergi .gadis keriting
bulan di atas itu, tak ada yang punya

terpandang olehku,
senyum mentari di senyummu
bila kau mati, gadis keriting
mentari yang ceria berhenti tertawa

tapi jika saya mati?
hujan pun enggan turun
untuk berduka.
cinta.cita

aku rasa: begini jadinya
kau akan usap nisanku dengan
pria yang kau cinta.
satu salam duka

dua detik.
senyum kalian merekah
lalu tertawa berjuta makna
lalu aku.

saya sesal dikafani cinta .
menangis duka didalam tanah.
digerogoti lipan yang berpesta.

Oh Tuhan. Mati sungguh alangkah indah

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Randi Arif Ananda’s story.