Melempar Salah Ke Seluruh Dunia

Randy Felix Nababan
Nov 3 · 1 min read

Kalau mereka bilang si bontot selalu berpangku tangan, mereka tidaklah salah. Tapi aku akan jadi yang paling terdepan untuk menyangkal semua tanda seru yang kalian katakan. Boleh diadu, bisa kalian lihat dan aku akan berteriak bahwa aku bukanlah si kecil itu. Aku memang yang paling muda dikeluarga ini, bisa dibilang pemikiranku juga belum dewasa. Itu dulu, dewasa ini banyak yang berubah dikeseharian. Delapan sampai sepuluh jam kuhabiskan waktu berpaku didepan layar, berharap malam cepat datang dan kantuk menyerang. Menyerahkan diriku pada malam untuk secepatnya terlelap, berdoa diujung tidurku, semoga malam tidak buru-buru berlalu dan pagi cepat berlalu. Rutinitas yang sama muncul setelah ibuku tersayang berpulang. 5 Oktober 2017, akan kuingat selalu tanggal itu. Dibalik hari itu, ada banyak persimpangan yang sepi, Motor-motor menepi, mobil menghilang dari marka jalan dan lapang luas ruas jalan terpapar terhampar didepan. Minta maaf aku karena tak ada tangis yang mengiringimu. Entah kenapa, mungkin aku yang salah? mungkin bapa? abang? dia? atau siapapun yang melihat tanda tanya itu!


Aku selalu berpikir, cabang dari batang pohon mana yang akan patah dahulu? Ban motor mana yang bocor dahulu? Gigi susu mana yang tanggal duluan? Mari menerka bersamaku, menetaplah barang sehari, cerita ini bahkan belum tiba di tahap pembukaan, tapi aku sudah sangat bersedih.

    Randy Felix Nababan

    Written by

    Perihal hal-hal yang terbesit.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade