Ane Setuju dengan Pendapat Buni Yani

Tidak tau kenapa, Tuhan memang kadang lucu. Sontak hari ini tertawa terbahak bahak tentang Tweet Buni Yani dimasa lalu. Walau sudah menonaktifkan akun. Jejak digital itu tidak begitu saja bisa terhapus. Hari ini rame tentang twittan Buni Yani beberapa tahun silam, Mungkin saat YBS masih menjadi manusia rasional.

Jejak digital itu sebenarnya bisa dilihat diweb2 arsip atau cache Internet. an salah satunya telah diabdikanoleh @M4ngU5il idola para sumbu pendek pada 10/12/2012 11:58:26 WIB

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:07:07 WIB
Massa gampang ditipu. Asal berbau agama, semua produk laku: mulai sinetron, lagu, merchandise, ayat. Hati2 ada kapitalisme di baliknya.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:09:12 WIB
Sbg negara muslim terbesar, indonesia adalah pasar terbesar produk berbau islam. Di sini apa saja bisa laku asal mengatasnamakan islam.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:12:00 WIB
Di amerika, konservatisme kristiani dimanfaatkan para pedagang sampai batas paling jauh utk meraup untung. Ada kapitalisme di baliknya.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:13:44 WIB
Para produsen, kalau mau jujur, tidak sungguh2 mau menyebarkan kebaikan melalui agama. Mereka cuma berpikir laba.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:15:37 WIB
Dlm hal ini kapitalisme tdk buruk dlm dirinya. Ia buruk karena melampaui batas2 mana yg bisa dikomodifikasi mana yg tdk.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:22:50 WIB
Di amerika pengunjil jd seleb dan kaya raya, di indonesia kyai dan dai tampil sbg pesohor dan berlimpah rejeki. Ada kapitalisme di baliknya.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:24:45 WIB
Agama jadi barang dagangan yang laku keras. Tapi sebagian besar orang tak paham kalau ada bisnis di baliknya.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:28:31 WIB
Perkawinan agama, dai/penginjil, media dan komprador kapitalisme melahirkan komodifikasi berskala tinggi yg susah dibendung.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:34:38 WIB
Media menangkap psikologi massa yg ingin masuk surga semua lalu mencari org yg bisa menjual agama untuk menaikkan rating.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:35:55 WIB
Penginjil/dai tak harus pintar, alim apalagi menguasai ilmu agama. Yg penting apa bisa ia menaikkan rating.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:38:30 WIB
Situasi ini membuat semua org senang: media dpt uang, dai jd terkenal dan kaya, penonton merasa mendapat pencerahan relijius. Klop.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:55:48 WIB
Mungkin hal2 inilah yg jadi perhatian dan kritik cultural studies yg bertolak dari pemikiran sekolah frankfurt thd pop culture.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:56:54 WIB
Kritik yg tampak begitu suram tapi kalau direnungkan ada banyak benarnya.

Buni Yani @BuniYani 06/12/2012 05:59:15 WIB
Adorno bahkan dg pedas mengkritik pop culture tak punya nilai budaya dan seni karena terstandardisasi sesuai selera massal.

Secara probadi ane sependat dengan kata Buni Yani ini. Ya emang begitu adanya jika dinegeri ini. Agama memang modal paling murah untuk mendapatkan semua yang kita inginkan.

Dan lucunya masih banyak orang yang munafik akan semua ini

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.