Penyebab Penebalan Dinding Rahim Ibu Hamil

Penebalan Dinding Rahim

Terkait masalah kandungan atau rahim, memang ada beberapa masalah yang kadang dihadapi oleh para wanita seperti adanya kista, kandungan lemah atau penebalan dinding rahim. Nah yang akan saya bahas pada artikel ini adalah mengenai penebalan dinding rahim.

Penebalan dinding rahim pada ibu hamil adalah hal yang lumrah, karena dinding rahim yang menebal merupakan tempat yang cocok bagi janin untuk tumbuh dan berkembang. Namun, apabila penebalan dinding rahim terjadi ketika seseorang tidak hamil, maka hal ini tentu saja tidak wajar. Dia harus segera memeriksakan kandungannya ke dokter agar hal yang tidak wajar ini bisa ditangani dengan baik.

Lalu apa itu sebenarnya penebalan dinding rahim? Umumnya penebalan dinding rahim terjadi ketika masa ovulasi, dan ketika sel telur yang tidak dibuahi luruh menjadi menstruasi, maka dinding rahim yang tebal tadi juga akan luruh bersamaan dengan menstruasi, dan rahim pun akan normal kembali. Namun, pada kasus-kasus tertentu, dinding rahim yang menebal ini sebaliknya tidak luruh dan tetap menempel pada rahim. Tentu saja hal ini tidak wajar, karena diindikasikan dengan terjadinya kista pada wanita, atau bahkan yang terburuk adalah kanker. Oleh karena itu penebalan dinding rahim yang tidak wajar harus ditangani dengan sebaik-baiknya.

Penebalan dinding rahim pada wanita dalam bahasa medis dikenal dengan hiperplasia endometrium. Penebalan dinding rahim ini biasanya terjadi akibat ketidak seimbangan hormon pada wanita, yakni tingginya tingkat hormon estrogen dan rendahnya produksi hormon progesteron. Hal ini menyebabkan tingginya produksi sel dan kelenjar pada rahim yang menyebabkan rahim terasa menebal. Apabila ini tidak diatasi dan tidak ditangani dengan baik, tentu saja dinding rahim akan semakin dan semakin menebal yang kemudian akan berubah menjadi kanker rahim. Banyak sekali yang menyebabkan hormon ini tidak seimbang, mulai dari menopouse, menstruasi yang tidak teratur, obesitas, diabetes, kondisi ovarium kesehatan yang terkait, dan juga dapat terjadi pada beberapa kasus terapi penggantian hormon perawatan.

Ada beberapa gejala dari penebalan dinding rahim yang harus diperhatikan oleh wanita. Memang ini tidak bisa dilihat secara fisik dan hanya bisa dilihat dengan bantuan ginekolog, namun bisa dirasakan dengan cermat oleh wanita. Gejala-gejalanya adalah nyeri perut bagian bawah, spotting atau pendarahan antara periode menstruasi tertentu, keputihan yang berlebihan, dan menstruasi berat yang terjadi berkepanjangan. Apabila gejala-gejala ini terasa, maka kemungkinan terjadinya penebalan dinding rahim tidak boleh diabaikan.

Tentunya, banyak sekali pengobatan dan pencegahan yang bisa dilakukan oleh wanita menangani masalah penebalan dinding rahim. Biasanya, pengobatan dan penanganan yang dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dari penyakit ini sendiri. Yang pasti, seseorang yang merasakan gejala penyakit ini harus melakukan beberapa tes dan diagnosis yang benar untuk mengetahui apakah dia menderita penebalan dinding rahim atau tidak. Tes yang pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui indikasi penyakit ini adalah tes pap yang dimaksudkan untuk mengetahui perubahan sel leher rahim yang kemudian akan diikuti oleh beberapa evaluasi yang sangat penting untuk dilakukan.

Yang pertama adalah papsmear. Tes ini adalah tes skrining sederhana yang relatif mudah dilakukan dan tanpa sakit dimana sampel sel leher rahim pada wanita dikumpulkan dan diperiksa di bawah slide mikroskopis untuk perubahan genetika lainnya. Kemudian dapat juga dilakukan dengan USG. USG menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran dari lapisan rahim. Hal ini membantu untuk mengetahui penyebaran dan penebalan dinding rahim yang terjadi termasuk infeksinya juga. Biopsi, kuret, dan histeroskopi juga bisa dilakukan untuk menangani masalah penebalan dinding rahim ini sebelum penyakit ini memburuk.