oleh : Novandy

Penampilan Senartogok bersama Ehenk saat menyanyikan lagu “Larilah Wahai Kamerad! Dunia Membuntutimu dari Belakang” pada pembukaan acara Festival Kampung Kota, Minggu (26/11). Acara yang diselenggarakan selama satu bulan penuh ini merupakan bentuk pernyataan sikap dari masyarakat atas hilangnya ruang hidup masyarakat kota akibat penggusuran yang terjadi di Kota Bandung selama beberapa tahun terakhir. (foto :facebook.com/fkkbandung)

“Hidup rakyat Tamansari yang melawan! Hidup!”

“Hidup rakyat Dago Elos yang melawan! Hidup!”

“Hidup rakyat Kebon Jeruk melawan! Hidup!”

“Hidup mahasiswa yang ikut bersolidaritas! Hidup!”

Suara tersebut menggema di pelataran ruang pertemuan Bale RW Lapangan Terminal Dago Elos, Bandung. Dari luar ruangan tampak terlihat sekumpulan anak-anak muda tengah menyiapkan berbagai macam umbul-umbul berwarna-warni, spanduk, serta poster bertuliskan solidaritas terhadap kasus penggusuran yang terjadi di Kota Bandung.

Pemandangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembukaan acara “Festival Kampung Kota” yang digelar pada Minggu (26/1) di RT02/RW02 Dago Elos atau biasa dikenal sebagai Terminal Dago Lama. Daerah tersebut merupakan salah wilayah sengketa yang…

Gilanada.com

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store