Belajar bisnis dari CEO & Pemilik Toko Cat Warna Abadi ‘Wawawa’ :
Bagaimana menjadi Entrepreneur yang tahan banting di era disrupsi saat ini.

Bagi teman-teman yang domisilinya dijogja atau disolo pasti tidak asing lagi dengan Toko Cat Wawawa yang khas dengan boneka balon yang tanpa lelah tangannya ngawe-ngawe itu. Jumlah toko nya jangan ditanya, sudah kayak minimarket ind*mart atau alf*mart, setiap sudut jalan pasti ketemu dah sama toko cat yang identik dengan warna kuning dengan logo 3 kuas merahnya ini.
Saya sangat beruntung bisa langsung belajar bagaimana mengelola bisnis langsung dari pemiliknya secara intensif selama 3,5 Tahun karena kebetulan saya merupakan mantan People Development Manager yang merangkap juga sebagai Office Project Manager di Head Office toko cat terbesar di pulau jawa dimana saat tulisan ini dibuat sudah mencapai lebih dari 70 toko. Jumlah yang sangat luar biasa untuk ukuran sebuah toko cat yang dinaungi oleh PT. Warna Abadi Mitra Bersama ini.
Dalam sepak terjang bisnisnya tentunya Wibowo Jadhisno atau biasa dipanggil Pak Bowo selaku CEO dan Pemilik dari Toko Cat Wawawa ini tidak serta merta bisnisnya langsung sebesar seperti sekarang. Banyak cerita jatuh-bangun, pahit-getir, keringat dan air mata yang menjadi saksi dalam perjalanannya membangun dari 1 toko sampai lebih dari 70 toko dalam rentang tahun 2004 sampai 2019 ini.
Pak Bowo adalah lulusan universitas terkemuka di daerah sarang Perusahaan Microsoft, Seattle USA. Dan sebelum membesarkan bisnisnya beliau sudah bekerja di 3 bank besar di Indonesia. Hingga akhirnya memilih jalan menjadi seorang Entrepreneur. Dalam perjalanannya segala kegagalan & keterpurukan sudah dilalui oleh beliau, salah satu contohnya adalah di tahun 2009 Pak Bowo harus merelakan salah satu toko nya kebakaran karena kelalaian salah satu pegawainya dan mengalami kerugian Milyaran Rupiah. Namun hebatnya, dalam waktu kurang lebih 10 hari mampu mendirikan lagi toko tersebut utuh seperti baru. Apa rahasia CEO Toko Cat Wawawa menjadi seorang Entrepreneur yang tahan banting?
- Harus pantang menyerah, segeralah bangkit disaat jatuh
Pak Bowo mengajarkan tentang analogi Jam kesebelas, analogi ini diambil dari buku karangan Andrew Matthews — Being Happy. Pak Bowo menekankan kepada saya disaat kita berjuang mengejar suatu Goal lalu kita terjatuh dan frustasi dalam kegelapan janganlah menyerah, apalagi ingin kembali pulang. sepahit apapun itu, ingatlah Jam Kesebelas!, jangan berhenti karena ga ada jalan lagi untuk kita kembali pulang percayalah sehabis gelap pasti terbit terang. Teman-teman mungkin pernah merasakan hampir menyerah karena frustasi dan berfikir bahwa yang dijalankan ini akan gagal. Namun saat teman-teman akan menyerah, dan memilih untuk mencoba bertahan lebih lama justru akhirnya mendapatkan hasil yang menggembirakan. Kira-kira gambarannya begini jam kesebelas itu, bayangkan jam 6 Petang sampai Jam 6 Pagi. Dijam kesebelas berarti menunjukan jam 5 subuh dimana perlahan matahari yang terang muncul nah disinilah awal titik terang muncul menandakan akan segera masuk pagi yang menenangkan.
Pesan yang bisa diambil adalah jangan patah semangat dalam berbisnis, tetaplah berusaha. Semangat!
2. Sabar, nikmati saja proses perjalanan ini
Pak Bowo sangat suka bersepeda, beliau biasa bersepeda dari rumahnya sampai ke Warung ijo Kaliurang yang jaraknya kira-kira 20Km. Teman-teman jogja yang hobi bersepeda pasti tau jalan menanjaknya seperti apa dan butuh waktu berapa lama dari Jakal Km 8. Bagaimana cara beliau sampai tujuan?, Beliau menikmati segala proses perjalanannya untuk sampai di Warung Ijo tersebut. Begitu juga dalam perjalanan bisnis, nikmatilah proses rintisan usaha teman-teman jangan pernah ngedumel “Kok ga sampe-sampe ya?! Kapan berhasilnya ini?!”.
Teman-teman tolong sadari bahwa tidak ada sesuatu yang instan, semua bisnis rintisan butuh waktu untuk bisa besar, Toko Cat Wawawa untuk sebesar ini ga cukup hanya setahun atau 2 tahun lo. Pak Bowo Capek?, jelas! kata beliau. Tapi Pak Bowo menikmati segala prosesnya dari toko yang awalnya cuma 1, 3 ,6, dan sampai saat ini 70 bahkan beliau sampai saat ini tetap menikmati proses perjalanannya agar bisa sampai di 180 toko. Kata beliau justru esensi perjalanan bisnis banyak muncul didalam proses tersebut. Jadi
Pesan yang bisa diambil adalah harus sabar dalam merintis bisnis, percayalah proses yang benar ga akan mengkhianati hasil.
3. Belajarlah Hal-hal baru, supaya selalu dapat inspirasi
Pak Bowo dalam umurnya yang tidak lagi muda selalu membaca buku-buku baru setiap tahunnya, bahkan selalu mengulang buku-buku favoritnya dan selalu menetapkan paling tidak setahun sekali ikut seminar. Ini merupakan dedikasi beliau untuk tidak berhenti belajar sebagai upaya untuk selalu mendapatkan inspirasi dalam menjalankan bisnisnya dan sebagai pengingat jika ada yang lupa tertinggal. Buku favorit beliau adalah “How to Win Friends and Influence People — Dale Carnegie” dan “Follow your Heart — Andrew Matthews”. Kata Pak Bowo buku-buku itulah yang merubah cara berpikir dan membantu Beliau dalam menjalankan bisnisnya. Dan buku ini pulalah yang membangunkan jiwa Hustler saya. Tujuan mempelajari hal-hal baru ini adalah supaya kita tidak gagap dan bisa menemukan solusi yang tepat disaat nanti menghadapi suatu masalah. Dan kebanyakan ilmu-ilmu ini tidak diajarkan di akademik jadi kita harus inisiatif mencari tau sendiri.
Pesan yang bisa diambil adalah jangan bosan belajar. Ternyata para pebisnis kawakan ga pernah berhenti belajar lo!, sekarang jadi tau kan maksud kutipan Steve Jobs “Stay Hungry, Stay Foolish”.
4. Jangan takut gagal, dibalik kegagalan pasti muncul hikmahnya
Sebelum Pak Bowo mendirikan bisnis, setelah selesai kuliah beliau pernah lo melamar kerja ke Microsoft, tapi ditolak (untungnya tidak diterima, kalau diterima mungkin saya tidak akan bertemu mentor yang hebat). Lalu pernah juga beliau merasakan gagalnya dalam tes dan wawancara kerja, beliau juga pernah bercerita kepada saya bahwa pernah dimarahin bos nya sewaktu bekerja di Bank karena kesalahannya. Dan beliau juga pernah gagal dalam menjalankan bisnis lain sebelum Toko Cat Wawawa ini. Dari kegagalan-kegagalan itu beliau menerapkan di organisasi Wawawa budaya “Safe to Fail”. Ya selama saya bekerja di Wawawa saya pun berulang kali gagal, tapi beliau menekankan belajarlah dari kegagalan tersebut, ambil hikmahnya dan jadikan pedoman agar sewaktu menemui hal serupa tidak terjadi lagi. Menurut saya Pak Bowo merupakan sosok CEO yang langka, Beliau membolehkan seluruh timnya salah tapi juga harus bertanggung jawab atas kesalahan tersebut menurut beliau jika kita selalu takut gagal atau takut tidak berjalan sesuai harapan justru akan membuat rencana kita jadi ga jalan-jalan.
Pesan yang bisa diambil adalah jangan takut gagal, lebih baik mencoba dulu tapi gagal daripada tidak sama sekali, tapi pastikan kita harus bisa bertanggung jawab atas semua kegagalan itu.
5. Fokuslah kepada solusi bukan masalah
Sekitar tahun 2009 musibah besar menimpa Pak Bowo, Toko Cat Wawawa di Jl. Urip Simoharjo (Gejayan) mengalami kebakaran hebat, kerugian yang ditaksir pun milyaran rupiah. Disiang yang bolong itu pak Bowo mendapatkan telepon dari salah satu tim nya bahwa api melahap bangunan dengan cepat, ini jelas terjadi karena di dalam toko tersebut banyak terdapat Thinner dimana bahan pengelarut cat tersebut mudah terbakar. Apa yang dilakukan beliau waktu itu? Fokus!. Saat itu yang ada di kepala Beliau bukan memikirkan masalah “Kok Bisa begini sih?”, atau “Ini gara-gara Siapa?”. Beliau fokus kepada tindakan apa yang harus segera dilakukan saat itu. Setelah kebakaran reda pun beliau tetap fokus bagaimana mendirikan toko itu kembali, berbagai upaya sudah dilalui dan akhirnya kurang lebih 10 hari toko tersebut berdiri lagi utuh seperti baru. Luar biasa! Dalam keadaan Chaotic beliau mampu menerapkan Novel Practice. Mungkin jika di siang itu disaat beliau mendapatkan telepon terus marah-marah, menyalahkan seseorang mungkin akan berbeda ceritanya.
Pesan yang bisa diambil adalah disaat menghadapi masalah baik itu kecil ataupun besar, pastikan fokus ke solusi bukan masalahnya. Dengan fokus ke solusi kita bisa bertindak lebih cerdas.
6. Harus rela terjun langsung dalam bekerja
Sebelum Pak Bowo punya 4 Area Manager dan 70 Kepala Toko, beliau selama kurang lebih 7 Tahun terjun langsung ke lapangan sebagai Kepala Toko lo. Menurut beliau pemilik bisnis lah yang harus pertama kali memimpin di garis depan agar tau apa yang Customer butuhkan. Dengan terjun langsung menghadapi Customer, hal ini mampu mengasah naluri kita tentang kebutuhan mereka. Dengan itu pulalah kita juga bisa memahami bagaimana rasanya jika nanti punya tim yang berada di daris depan, dan memiliki empati terhadap pekerjaan mereka. Bahkan hal ini pun juga dijalankan oleh 4 Area Managernya, mereka sebelum menjabat posisi ini juga harus merasakan dulu bagaimana bekerja di garis depan termasuk para Kepala Toko yang rata-rata awal mula bergabung di Toko Cat Wawawa sebagai Shop Keeper.
Pesan yang bisa diambil adalah pastikan waktu diawal merintis bisnis harus terjun langsung menghadapi Customer, biar langsung tau sebenarnya apa sih yang dibutuhkan mereka.
7. Utamakan Kepentingan Customer
Pak Bowo mengutamakan kepuasan Customer diatas segalanya, beliau memastikan tim di Toko Cat Wawawa tidak melulu hanya jualan tapi juga menyelesaikan masalah Customer. Bahkan tim di Toko Cat Wawawa sudah dilatih mencari barang yang diminta Customer yang tidak tersedia di Toko Cat Wawawa, meski itu ada toko kompetitor. Sungguh Luar Biasa! Saya angkat topi atas dedikasi Toko Cat Wawawa terhadap kepuasan Customer. Ada salah satu Kepala toko kami bercerita disebuah forum internal yang saya hadiri disaat saya masih bekerja di Toko Cat Wawawa, dia bercerita bahwa salah satu Toko Cat Wawawa di Jawa Timur pernah kedatangan Customer yang tunawicara. Dia berusaha berkomunikasi kepada Customer tersebut dengan segala keterbatasannya, mereka berkomunikasi dengan cara saling tulis di kertas kosong. Jelas, ini pasti akan memakan waktu yang lama. Dan ternyata Customer tersebut adalah Buyer besar, masalah Customer tersebut adalah kesulitan mendapatkan toko yang bisa membantu dia dalam memilih Cat. Dia pun bercerita semua toko cat dan toko bangunan yang dia kunjungi mengusirnya karena dia mempunyai masalah dalam berkomunikasi.
“Terimakasih, cuma Toko Cat Wawawa yang bersedia sabar menangani masalah saya” ucap Customer itu. Saya pun bertanya kepada kepala toko nya “Apa yang membuat anda mau menerima Customer itu?”, “karena kami dilatih untuk menyelesaikan masalah Customer” jawabnya.
That Was Amazing!! pelayanan Toko Cat Wawawa menurut saya sudah sekelas dengan perusahaan Kaliber dunia Zappos. Customer yang merasa bahagia karena terbantu lah yang membawa Toko Cat Wawawa bertahan ditengah gempuran disrupsi digital saat ini.
Psan yang bisa diambil adalah, dalam menjalankan bisnis pastikan bisa menyelesaikan masalah Customer, karena 1 Customer yang bahagia mempunyai kecenderungan yang besar akan merekomendasikan product atau brand kita secara Word of Mouth kepada kerabat ataupun koleganya.
Kurang lebih itulah jurus rahasia yang membuat beliau menjadi Entrepreneur yang Resilient atau bisa dikatakan tahan banting. Dan saya sangat beruntung beliau rela menyediakan waktu selama 3,5 tahun menjadi atasan saya sekaligus mentor saya, ini menjadi bekal semangat saya bersama teman-teman untuk maju dan berdedikasi besar untuk membawa perubahan secara positif pada industri pariwisata Indonesia melalui Startup yang kami rintis Selenago.com
Terimakasih Pak Bowo, ilmu bapak sangat berguna bagi perjalanan hidup saya. Dan kini ijinkan saya melanjutkan misimu “To Care and To Teach Everyone”. Saya akan membawa misi itu untuk saya tanamkan menjadi budaya di Startup Selenago.com
Bagi temen-temen yang pengen tau lebih lanjut tentang Toko Cat Wawawa bisa kunjungi IG mereka disini, dan FB mereka disini.
Bagi temen-temen yang ingin berkolaborasi dalam mewujudkan generasi muda yang tangkas dan mudah beradaptasi dalam mencapai visi Indonesia yang lebih hebat mari bergabung dalam komunitas Agile Hustler Indonesia,bisa like Fan Page disini, dan jangan lupa follow IG kami disini, agar tidak ketinggalan berita dari Agile Hustler Indonesia
Keep Hustling.. and stay Agile!!
