Bigo Live: Si Aplikasi Live Streaming++

Dimulai dari rasa penasaran akan update path seorang sepupu, akhirnya saya mencoba untuk menginstall sebuah aplikasi bernama Bigo Live. Sebenarnya sudah seminggu belakangan ini saya mendengar beberapa orang di dunia maya membicarakan aplikasi ini namun baru sekarang saya mencoba untuk menginstallnya. Pas login, saya kaget melihat sebuah video live stream yang sedang mengudara menampilkan seorang wanita dengan pakaian agak terbuka sambil ngomong “Ayo kasih dulu Supercar-nya baru dibuka”. Dibuka apanya hayooo?

Tampilan Home Aplikasi Bigo Live

Aplikasi live stream seperti Bigo bukanlah hal baru bagi publik Indonesia. Tahun lalu Twitter sempat mengakuisisi Periscope. Sebuah aplikasi live streaming yang memungkinkan seseorang mengaktifkan kamera video di handphonenya untuk live stream kehidupannya di hadapan para pengguna lainnya. Saat itu, beberapa celeb tweet mulai beralih menggunakan Periscope, bahkan beberapa radio station juga melakukan integrasi antara onair dan online dengan Periscope. Namun saat itu views per video live paling-paling mentok di 100 viewers . Dibandingkan dengan Bigo? Bayangin aja rata-rata video di Bigo bisa mendapatkan views sampai 300–500 viewers. Bahkan Top Video bisa mendapatkan hingga 3000 views. Di kantor, teman saya tadi sempat test untuk live stream, dan dalam hitungan menit viewers kami bisa mencapai 30 orang padahal gak ada hal menarik yang bisa ditampilkan. Bisa dibayangkan kalau isinya cewek cantik dengan pakaian agak sexy? Gimana nggak bisa mencapai 3000 viewers?

Ngomong-ngomong tentang pakaian yang agak sexy, kenapa orang-orang pada mau tampil sexy di Bigo dan mengapa Bigo bisa lebih popular daripada Periscope? Nah ini yang menarik. Setiap orang yang live di Bigo bisa mendapatkan Gift dari penontonnya dan giftnya ini bisa diredeem menjadi uang. Semakin menarik content yang ditampilkan berarti kesempatan dia untuk mendapatkan uang juga semakin besar. Sebagian orang menggunakan cara instant untuk mendapatkan Gift dengan cara ‘buka-bukaan’. Masuk akal bukan?

Pertanyaan selanjutnya, berapa sih uang yang bisa didapatkan seorang live streamer?

Sebelum kesana, kita cari tahu dulu bagaimana proses sampai seseorang bisa memberikan Gift di Bigo. Untuk memberikan gift, seseorang harus membeli Diamond. Harga 1 diamond adalah sekitar Rp. 340,- sampai Rp.360,- tergantung berapa banyak yang kamu beli. Diamond ini nanti bisa ditransformasikan dalam bentuk Gift, mulai dari Flower (1 Diamond) hingga Motor (1000 Diamond) dan Supercar (3000 Diamond). Semua gift ini begitu diberikan ke live streamer akan menjadi Beans. Dan Beans inilah yang dikejar oleh para live streamer, karena 210 Beans bisa ditukarkan dengan 1 dollar. Sebagai contoh saja, sebuah account Bigo bernama @lydialuna, mendapatkan kurang lebih 60.142 beans dalam waktu 3 hari. It means $286 dalam waktu 3 hari.

Kalau dihitung-hitung, yang lebih untung gede adalah si Bigo ini sendiri. Harga ketika si pemberi gift membeli 210 Diamond adalah sekitar Rp. 71.400,- namun pas sudah jadi Beans, harganya menyusut menjadi Rp. 13.500,-. Berkurang hingga sekitar 5 kali lipatnya. Perhitungan kasarnya para live streamer itu mendapatkan 20% dan sisa 80%-nya untuk si pembuat aplikasi Bigo Live.

Pertanyaan kamu selanjutnya pasti, seberapa banyak sih yang mau ngasih Gift ke orang yang perform di Bigo Live? Banyak. Sejujurnya sampai sekarang saya masih bingung sih kenapa ada orang yang mau memberikan “uang” ke orang lain yang perform di video-video tersebut. Balik lagi ke pengalaman nonton live streaming video pertama saya, beberapa wanita memang melakukan teasing ke penontonnya untuk memberikan Gift supaya si wanita ini bisa melakukan sesuatu seperti membuka pakaian misalnya. Namun belakangan Bigo Live menyadari platformnya disalahgunakan dan melakukan banned kepada para live streamer yang “nakal”.

Dan, iya sih udah nggak ada yang buka-bukaan, tapi memakai baju sexy dan berperilaku agak sensual tak dilarang. Hal itu yang sekarang dijadikan senjata bagi kebanyakan para live streamer untuk meraup Beans. Belum lagi yang memberikan kiss/folback ketika ia mendapatkan beans. Dan tak tanggung-tanggung, ada yang bisa memberikan Supercar (3000 Beans) kepada sang idola virtual dalam sekali live stream. Hitung sendiri yah berapa yang ia keluarkan untuk memberikan Super Car itu. Nggak masuk akal bukan?

Selain perilaku yang agak-agak menyerempet, sebenarnya masih ada beberapa live streamer lain yang menggunakan platform ini dengan benar. Sebagian melakukan Q and A seperti layaknya Ask.FM, ada lagi yang melakukan live vlog jalan-jalan ke mall, berlagak seperti DJ, atau sedang bekerja. Dan ada yang lebih berbobot, misalnya dengan menyanyi. Para penonton bisa request lagu, nanti si live streamer akan menyanyikan lagu tersebut secara langsung. Apabila si penonton terhibur dengan penampilan si live streamer, maka penonton yang memiliki Diamond itu akan memberikan Gift. Saya sempat melihat seorang live streamer pianis cowok berbakat yang diberikan Gift oleh penontonnya hingga ratusan bahkan ribuan beans.

Entah ada alasan apa dibalik pemberian gift-gift tersebut. Namun seorang teman mengatakan hal yang masuk akal, hal itu dilakukan untuk menarik perhatian si live streamer. Dengan menjadi Top Fans (fans yang paling memberikan banyak Gift), maka si live streamer akan notice tentang keberadaan si fans. Dari sana mulai deh tuker-tukeran contact, kopdar, yah syukur-syukur bisa lebih dari sekedar fans :D

Bigo Live sendiri adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Bigo, Inc asal Singapore. Apabila dilihat dari copyright yang tercantum, Bigo baru live di tahun 2015, dan melihat perkembangannya yang sudah merambah di 47 negara, boleh dibilang Bigo cukup sukses merambah dunia aplikasi live stream yang tak bisa dicapai oleh Periscope, terutama di Indonesia.

Di saat games seperti Pokemon Go tidak direkomendasikan oleh pemerintah dan beberapa pemuka agama untuk dimainkan, sepertinya mereka perlu lebih peka terhadap trend aplikasi yang beredar saat ini bukan ketika aplikasi tersebut sudah menjadi booming. Bigo Live bukanlah aplikasi yang termasuk dalam kategori terlarang, tetapi penyalahgunaan aplikasi ini oleh beberapa orang sepertinya sudah patut diberi perhatian lebih, apalagi menyangkut seksualitas dan juga uang. Juga kepada para orang tua yang memiliki anak-anak usia sekolah/kuliah, harus bisa dengan cermat memperhatikan aplikasi apa saja yang diinstall oleh anak-anak dibawah umur. Kalau film, mungkin Bigo ini kategorinya Red Band :D

Bigo sendiri melalui sistem ban-nya sudah berusaha untuk menghindari konten-konten berbau seksual, namun namanya orang Indonesia, selalu saja ada celah yang bisa ditembus. Gaya sensual dan bahasa-bahasa chat yang “kotor” masih belum bisa sepenuhnya difilter. Diperlukan pekerjaan extra keras untuk Bigo Live menghilangkan stigma sebagai aplikasi plus-plus apabila ingin terus berkembang di Indonesia dan tak menjadi musuh bagi pemerintah atau para pemuka agama.

— -

boris lianto | @borislianto on Instagram.

Sudah 5 malam sebelum tidur nonton para live streamer di Bigo Live.

Like what you read? Give Reevo a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.