Orang di sekitar

Rega Vio
Rega Vio
Sep 9, 2018 · 2 min read

Well, sudah lama sekali tidak menulis, malam ini ingin sedikit bercerita, tentang orang di sekitar kita.

Jum’at lalu tanggal 7 September 2018, kira-kira pukul 21.00 wita, saya kehilangan Iphone. In that case, it is hurt, karena files dan dokumentasi pekerjaan kurang/lebih 2 tahun banyak tersimpan disitu — hampir seluruhnya belum dipindah ke laptop dan photo-photo travelling. Selain itu juga, itu adalah Iphone pertama yang saya beli dengan uang sendiri, setelah bekerja. I’m not too good at goodbyes,I want it back.

I’m trying to look to find my iphone app, but it didn’t work yet, because my iphone is offline since it lost.

Lalu apa hubungannya dengan orang-orang di sekitar kita, let me tell you.

Saya sebenarnya tidak terlalu suka bercerita, terutama tentang hal -hal mengecewakan ke orang-orang. Ketika Iphone saya hilang, saya hanya memberitahu Ibuk dan keluarga melalui whatsapp group keluarga, lalu kepada teman-teman akrab sekali.

Tanggal 8-nya, malam minggu gabut, sambil baca buku, denger lagu dan juga mantengin find my iphone. Saya tiba-tiba posting insta story ini.

Insta story yang saya posting dikomentari oleh orang-orang di sekitar saya. Ada teman yang memberi solusi, mereka berkomentar untuk membantu kita dalam memecahkan masalahnya dan berbagi pengalaman dengan kita. Ada teman yang peduli — mereka menempatkan diri mereka pada kondisi kita, seolah-olah Iphone mereka yang hilang, ini kebanyakan teman-teman akrab.

Disamping itu ada teman yang me-nyukuri — mereka bilang “ syukur iphone nya ilang” atau “kuapok kon “, “jangan kebanyakan gaya” dan beberapa bahasa lain, yang sebenarnya kita tidak mengharapkan komentar seperti itu. Menurut saya seolah-olah mereka senang atas penderitaan orang lain.

we are living in the world when some people cannot put their self in someone’s shoes”.

Ini sedih sih, maksud saya, dari pada berkomentar yang bisa menyakiti orang lain, lebih baik diam — menengo kon. Pertimbangkanlah, apakah kalimat yang kita ketikan itu tidak melukai perasaan orang, apakah komentar kita tidak membuat orang semakin terpuruk. Bahkan, ini adalah teman kita sendiri, dan kita tidak bisa bersimpati. Ini adalah pengingat untuk diri saya sendiri dan semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membaca.