AkuPaham: Ternyata Ini Jenis Cacing yang Membuat Orang Cacingan
Cacingan yang merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, walaupun bisa juga menyerang orang dewasa, sering dianggap sepele. Akan tetapi, cacingan yang merupakan penyakit khas di daerah tropis dan sub-tropis ini ternyata bisa menyebabkan bahaya yang tidak terduga. AkuPaham akan memberikan ulasan singkat mengenai bahaya atau dampak dari cacingan pada anak.
Cacingan atau infeksi cacing terjadi karena berbagai macam faktor, diantaranya adalah:
- Kebersihan yang tidak terawat dan terjaga.
- Lingkungan atau sanitasi yang kotor.
- BAB di sembarang tempat apalagi jika ada anggota keluarga atau orang lain yang menderita cacingan karena cacing yang ada di tubuh akan keluar lewat tinja dan cacing tetap akan hidup walaupun tinja yang dikeluarkan tersebut mengering.
- Tidak menggunakan alas kaki karena jenis cacing gelang bisa menembus permukaan kulit serta pori-pori manusia.
- Makanan yang tercemar larva cacing.
- Minuman yang terbuat dari air mentah.
Bahaya yang ditimbulkan karena penyakit cacingan tergantung jenis cacing yang masuk ke tubuh anak. Terdapat 3 jenis cacing yang menyebabkan cacingan yaitu pertama adalah Cestodes atau yang dikenal dengan cacing pita. Jenis cacing yang memiliki panjang hingga 4,5–9 meter saat dewasa ini masuk ke tubuh saat tangan bersentuhan dengan tinja, makanan atau minuman yang disekitarnya atau terkontaminasi telur cacing pita. Telur cacing yang bisa ditemukan juga di daging sapi atau babi ini, masuk ke tubuh dan hidup di usus. Jika Anda terinfeksi cacing pita maka akan mengalami sakit perut dan terkadang juga diare dan muntah. Bila tidak diatasi dengan baik, akan menyebabkan penyakit dan komplikasi serius.
Kedua adalah cacing gelang. Ascaris lumricoides ini memiliki ukuran yang besar dan tidak hanya bisa menginfeksi manusia namun juga hewan seperti kucing atau anjing. Dengan bentuk yang seperti cacing tanah ini tidak hanya bisa hidup di usus besar namun juga bisa berpindah ke organ lain misalnya di paru-paru. Jika cacing gelang masuk ke tubuh bisa menyebabkan ascariasis dan jika dalam tubuh terdapat banyak cacing gelang bisa memicu gejala dan komplikasi serius. Infeksi cacing gelang tidak menimbulkan gejala yang spesifik, namun ada 2 fase indikasi/gejala infeksi sebelum masuk ke komplikasi yaitu:
- Fase awal sekitar 21 hari: Demam, batuk kering, nafas yang pendek dan mengi.
- Fase lanjutan saat cacing berkembang dewasa: Sakit perut, mual, muntah dan diare bahkan adanya darah di tinja.
Ketiga adalah cacing kremi. Jenis cacing yang memiliki panjang 5–13 mm ini menyebabkan infeksi yang paling banyak dialami anak-anak terutama anak yang usianya 2 tahun ke atas yang sudah mulai bermain tanah. Telur cacing kremi mudah menyebar dan masuk ke tubuh lewat makanan, minuman, jari yang terkontaminasi atau bahkan menghirupnya. Gejala saat terinfeksi adalah terasa gatal di bagian anus ataupun vagina karena cacing kremi betina yang bertelur di lipatan kulit yang ada di sekitar anus.
Untuk mencegah penularan cacingan di keluarga dan ke orang lain maka dibutuhkan obat untuk penderita cacing termasuk untuk anggota keluarga, menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan. Sedangkan untuk mengobati sendiri, obat yang diresepkan oleh dokter biasanya adalah mebendazole dan albendazole. Info kesehatan lainnya ataupun informasi umum, seputar sains, inspirasi, teknologi bahkan pendidikan bisa Anda temukan di AkuPaham. Jadi, temukan jawaban atas segala rasa penasaran Anda hanya di sini!