8 Perilaku Seorang Scrum Master

Siapakah disini yang baru pertama kali mendengar istilah Scrum Master? Bagi mereka yang bekerja di dunia IT terlebih mereka yang telah menjadi bagian dari tim Scrum tentu telah mengetahui posisi seorang Scrum Master. Lalu sebenarnya apa peran dari seorang Scrum Master?

Seperti yang telah dijelaskan di Scrum Guide, seorang Scrum Master bertanggung jawab untuk memastikan kerangka kerja Scrum dapat dipahami dan diimplementasikan dengan tepat. Scrum Master melakukannya dengan cara memastikan bahwa seluruh anggota tim Scrum memahami dan menerapkan teori, praktek, dan aturan Scrum.

Terjemahan Scrum Guide dalam Bahasa Indonesia sekarang sudah tersedia http://scrum.or.id/scrum-guide-bahasa-indonesia

Scrum Master adalah seorang pemimpin yang melayani (Servant leader) setiap anggota tim Scrum nya. Dia membantu orang-orang di luar tim Scrum memahami interaksi mereka, manakah yang membantu tim scrum dan mana yang tidak. Scrum Master membantu semua orang (tidak hanya terbatas anggota tim Scrum) mengubah interaksi ini untuk memaksimalkan nilai produk yang dibuat oleh tim Scrum.

Tidak dipungkiri semakin banyak perusahaan yang berbasis teknologi baik dari perusahaan besar maupun perusahaan rintisan (startup) telah menerapkan kerangka kerja Scrum. Di luar itu apakah mereka menerapkan Scrum karena lini produk yang dimiliki sangat kompleks atau sekedar agar tidak dianggap tidak ketinggalan zaman?!

Tentunya hal tersebut berbanding lurus dengan tuntutan pendapat dan sudut pandang seorang Scrum Master semakin banyak dan beragam. Sebagai seorang Scrum Master yang baik tentu telah menyadari hal tersebut sehingga dapat menjalankan peran Scrum Master dengan memahami situasi dan kontekstualnya. Pada akhirnya apa yang dilakukan Scrum Master bertujuan untuk membantu tim Scrum dan semua orang yang terlibat dalam memahami semangat dan manfaat dari Scrum.

Kembali ke judul dari artikel ini, berikut 8 perilaku dari seorang Scrum Master:

  1. Pemimpin yang Melayani (Servant Leader)

Fokus dari peran ini adalah pada kebutuhan anggota tim Scrum dan pelanggan sebagai end customer dengan tujuan mencapai hasil yang sejalan dengan nilai, prinsip, dan tujuan bisnis dari organisasi/perusahaan.

2. Coach

“Coaching closes the gap between thinking about doing and actually doing.” Myles Downey

Singkatnya, coaching adalah kemampuan dalam membuka potensi individu untuk memaksimalkan performa mereka.

Dalam hal ini peran seorang Scrum Master sebagai coach terbagi menjadi 3 sasaran utama: Pertama terhadap individu yang befokus pada pola pikir dan perilaku; Kedua terhadap tim Scrum untuk selalu melakukan perbaikan yang terus-menerus (continous improvement); Ketiga terhadap organisasi/perusahaan terkait dengan budaya kolaborasi antar tim Scrum dan semua orang yang terkait.

3. Mentor

Sedikit ada perbedaan definisi antara mentor dengan coach. Sebagai seorang coach berarti berfokus dalam menggali potensi individu, sedangkan Scrum Master sebagai mentor adalah mereka yang membagi ilmu, pengetahuan, serta pengalaman nya yang relevan yang dibutuhkan oleh tim. Baik sebagai coach dan mentor adalah dua kombinasi peran yang sangat powerful bagi Scrum Master untuk menanamkan budaya “Agile”.

4. Guru

Sebagai seseorang yang bertanggungjawab dalam memastikan setiap anggota tim Scrum memahami implementasi scrum berdasarkan Scrum Guide, seorang Scrum Master mengambil peran sebagai Guru di dalam tim Scrum.

5. Fasilitator

Secara definisi, fasilitator adalah seorang yang membantu organisasi atau perusahaan dalam memahami tujuan yang telah disepakati bersama dan juga membantu tim dalam merencanakan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Dalam melakukannya, fasilitator bersifat netral yang berarti tidak mengambil posisi tertentu dalam diskusi. Scrum Master berfungsi sebagai fasilitator terhadap Product Owner dan tim development serta secara umum memberikan batasan yang jelas kepada semua orang yang terlibat di dalam tim Scrum sehingga mampu mengoptimalkan proses dan kolaborasi antar anggota tim.

6. Manajer

Scrum Master sebagai manajer berarti bertanggung jawab untuk mengelola adanya hambatan, menghilangkan pemborosan selama pengerjaan aktivitas-aktivitas scrum, mengelola ‘kesehatan’ tim, dan mengelola budaya kerja dari tim.

7. Pemecah Hambatan

“Impediment is a problem that goes beyond the self-organization of the Development Team.”

Membantu menyelesaikan permasalahan yang menjadi penghambat kemajuan tim Scrum adalah salah satu peran dari seorang Scrum Master dengan tetap mempertimbangkan kemampuan budaya self-organized terutama dari tim developer. Yang perlu menjadi catatan adalah Scrum Master harus menyadari tidak semua hambatan adalah hambatan yang sebenarnya. Sesuatu hanya bisa dikatakan sebagai hambatan apabila tingkat kesulitannya melebihi dari kemampuan self-organized dari tim developer.

8. Agen Perubahan

Dan inilah peran yang sangat fundamental seorang Scrum Master yakni sebagai katalisator perubahan di organisasi/perusahaan. Singkatnya, pandangan sebagai agen perubahan ini sangat berkaitan erat dengan konsep Agile Manifesto dalam mendukung lingkungan dan budaya dimana tim Scrum dapat berkembang dengan tujuan memaksimalkan nilai dari produk untuk pelanggan.

Sebagai penutup,

Sesuai dengan Tiga Pilar kerangka kerja Scrum, untuk menjadi seorang Scrum Master yang mampu melayani tim dengan baik, terdapat tiga hal yang sebaiknya dilakukan: kemauan dan kemampuan untuk senantiasa inspeksi diri secara terus-menerus dimana salah satunya berperan dan terlibat aktif di dalam Komunitas Scrum (https://t.me/ScrumJakarta), adaptasi terhadap perubahan kebutuhan baik dari kondisi tim maupun kebutuhan dari end customer, dan transparan.

Kesimpulannya, 8 perilaku Scrum Master tersebut tidak serta merta menjamin organisasi/perusahaan berhasil dalam menerapkan budaya Agile, keberhasilan dalam menciptakan perubahan tersebut dibutuhkan adanya kolaborasi dari berbagai tim dan pemimpin-pemimpin di organisasi/perusahaan agar tercipta budaya Agile agar mampu memaksimalkan nilai produk untuk end customer, mendukung lingkungan yang lebih “manusiawi” bagi seluruh software developers dan tim development secara keseluruhan, serta mempercepat adaptasi tim dalam membangun dan menerapkan 5 nilai utama Scrum yakni: Berani, Fokus, Komitmen, Saling Menghargai, dan Terbuka.

Scrum On!

Sumber:

Barry Overeem “The 8 Stances of a Scrum Master”