Wawancara Kerabat Persma ITB

Mahbub Ridho Maula : Cakep*

Sebenarnya Kak Mahbub adalah kerabat BP Persma. Hanya saja daripada kisah mengenai Kak Mahbub usang di buku saku sepertinya lebih baik aku mem-publish di Medium. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari pengalaman dan cerita Kak Mahbub.

Kak Mahbub adalah satu-satunya kerabat BP Persma yang diwawancarai ketika Sekolah Cakarawala Day 2. Nomor hp-nya memang lupa tidak diberikan kepada cakra 2017 sehingga tidak ada yang menghubunginya sama sekali untuk diajak wawancara kerabat BP persma.

Kak Mahbub adalah Kepala Departemen PMSDA. Ia adalah mahasiswa ITB angkatan 2015 yang bergabung di Persma pada tahun 2016. Ia mengaku memiliki banyak pengalaman baru karena ketika baru bergabung dengan Persma kebanyakan temannya adalah adik tingkat. Dengan berbagai usaha akhirnya Kak Mahbub dilantik menjadi kerabat Persma.

Dengan antusias, di depan kami yang sedang mewawancarainya Kak Mahbub menceritakan pengalamannya selama berada di Persma. Salah satu pengalaman menarik yang pernah ia rasakan adalah mengikuti demo KM ITB mengenai dua tahun kepemimpinan Jokowi. Selama demo berlangsung sempat ada bentrok meskipun tidak terlalu keras. Melihat demo terjadi di depan mata Kak Mahbub mengaku merasa sangat tegang. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat para polisi maju sementara rombongan demo melakukan aksi lempar-lemparan. Suasananya begitu menegangkan. Lucunya para jurnalis berada di pinggir. Bukan di tengah-tengah area demo. Meskipun berada di tengah ketengangan demo, nyatanya para jurnalis tidak kenapa-napa. Mereka aman tanpa terluka sedikitpun.

Melihat pengalamannya selama bergabung dengan Persma, jurnalis itu bisa berada di beragam tempat. Jurnalis bisa merasakan konflik tanpa harus masuk ke dalam konflik.

Pengalaman lain menurutnya adalah ketika ia merasa dirinya agak nekad menyalonkan diri menjadi pemimpin umum karena ingin berkontribusi lebih di Persma ITB. Meskipun pada akhirnya ia menjadi Kepala Departemen PMSDA. Kak Mahbub juga terbilang kakak tingkat yang aktif di unit. Tidak hanya bergabung dengan Persma, ia juga bergabung dengan Stema, Boulevard, dan Aikido.

Kesan Kak Mahbub terhadap Persma adalah kalem karena katanya belum kelihatan. Untuk pesannya, Kak Mahbub hanya memberikan satu kata : Cakep. Kemudian mengatakan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Betawi.

*Bahasa Betawi

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.