Wawancara Cakra Persma ITB

(6)

Syafiq

Ahmad Syafiq Zuhri atau yang sering dipanggil dengan sebutan Syafiq adalah mahasiswa dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Program Sains 2017. Ada cerita dibalik pemberian namanya. Tetapi hanya nama paling belakang saja yang ia beritahukan maknanya ketika ditanya di selasar TVST sore itu. Ada dua makna dari kata ‘Zuhri’. Makna pertama adalah Zuhri itu nama kedua orang tuanya. Makna ke dua adalah ‘Zuhri’ berasal dari bahasa Arab yang bermakna ‘bunga’, berasal dari kata ‘zahra’

Membaca display name miliknya, Azzuri Zarminska, maka aku akan mengatakan bahwa ia seorang wibu. Meskipun sebenarnya ia mengelak bahwa ia bukan wibu. Bahkan sebelum kami melakukan wawancara, ia sempat berkata bahwa mungkin ia tidak akan bisa ikut berkumpul di selasat TVST karena ada kumpul UKJ. 
Aku mengenal Syafiq sebagai mahasiswa yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kepenulisan, khususnya sastra. Ia mampu membuat puisi dengan baik hanya dari satu kata yang kemudian ia kembangkan menjadi sebuah puisi. Menurutku ia cocok menjadi penulis antologi puisi.

Alasan mahasiswa asal Aceh ini bergabung dengan Persma adalah karena sejak SMP ia sudah tertarik dengan jurnalistik. Syafiq sendiri sudah mempelajari jenis-jenis berita dan headline news sejak tahun 2012. Terlihat bahwa ia begitu antusias kepada dunia kepenulisan. Terhitung sebagai maba, ada unit lain yang Syafiq ikuti selain Persma. Unit tersebut adalah UKJ (Unit Kebudayaan Jepang), LS (Lingkar Sastra), Synbio, dan UKA (Unit Kebudayaan Aceh).

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.