Bersandar Sejenak

Cukuplah aku bersandar sejenak
Mengamati ketidakpastian sikap
Penuh kesiapan untuk beranjak
Tanpa keberanian untuk berharap

Tanda tanya menjadi abadi di benak
Karena ada yang tak kunjung lengkap
Entah apa yang mengisi kelak
Biarkan waktu yang mengungkap

Untunglah sedikit perkara yang mutlak
Sehingga fantasi ini dapat menginap
Bahkan tinggal di dalam otak
Karena nyaman untuk menetap

Dan walaupun asa itu pernah retak
Serta rasa ini tak pernah siap
Selama tak satupun memori rusak
Kaki ini tak pernah lelah untuk berderap

Like what you read? Give Reynaldi Satrio Nugroho a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.