Untuk yang Sedang Melarikan Diri ke Dunia Wacana

Asal tulis ditambah nyali yang menyala bisa mengubah keadaan melalui revolusi pemikiran. Hujan katapun mampu merusak penjara persepsi dan membedah warna abu realita. Pengawet terbaik? Tentulah aksara yang menyimpan jiwa muda tanpa kenal kadaluarsa. Sampai kapanpun, tulisan tidak akan sudi mengkhianati tangan yang bertahan memegang pena.

Tetapi, hitam di atas putih yang berdiri sendiri seringkali menyederhanakan kompleksnya dunia. Kenyataan yang disempitkan paksa menjadi simbol seperti ini tak lepas dari penyimpangan. Kehidupan utuh belum dapat dideskripsikan secara deterministik dengan untaian kata. Kepastian tetaplah menjadi suatu imaji yang didambakan.

Apakah kalian tidak rindu terjun ke lapangan untuk merasakan sebanyak-banyaknya, sebelum rasa itu menjadi suatu bentuk yang konkret? Bagaimana dengan bertindak tanpa menginjakkan kaki di atas pemikiran rasional? Tidak hanya menghasilkan racauan yang mengandalkan diksi sok keren dan perasaan sesaat seperti ini. Tidak pula hanya menunjuk mulut sebagai pekerja yang paling rajin.

Mungkin ini saat yang tepat untuk kembali memasok jiwa dan raga dengan api yang sudah menjadi haknya. Semoga perjuangan seperti itu tidak tenggelam dalam lautan yang dicipta oleh orang lain. Baik lautan huruf bermakna kurang jelas yang kucipta ini, maupun konsep kehidupan yang diobral orang lain.

Semangat.