Ada Raksasa Dibalik Para Raja

Reza Ramadhan
Nov 5 · 3 min read

Hujan deras turun dihamparan bumi. Di depan teras rumah sederhana yang memiliki pekarangan cukup luas terlihat dua orang duduk sambil berbincang.


Dua orang itu rupanya seorang bapak yang sedang menceritakan kepada anaknya tentang hamparan bumi dari zaman para ksatria memberantas para raksasa sampe para keturunan raksasa yang dendam terhadap manusia hingga berhasil memperbudak manusia.
Jutaan tahun lalu Bumi saat itu sangat subur dan indah. Masyarakat yg hidup disana tidak pernah kelaparan, dikarenakan tanahnya sangat subur, sungai-sungai nya jernih dan iklim yg bersahabat. Namun masyarakat sering terganggu dengan adanya raksasa jahat yg ingin kekuasaan. Ya, kala itu sebelum manusia berperang dengan sesama nya. Manusia berperang melawan raksasa. Pada mulanya para ksatria berusaha membasmi raksasa agar masyarakat hidup tenang. Salah satu ksatria yang mansyur dan dikenang kisah nya yaitu Rama Wijaya. Berhasil mengalahkan raja raksasa yang digdaya yaitu rahwana.

Yaa anakku, Wisanggeni. Memang Rama bisa mengalahkan raksasa namun mereka tidak sepenuhnya musnah. Para raksasa bersembunyi mencari tempat persembunyi an yang sangat sulit terjamah manusia, Konon mereka bersembunyi di inti bumi.
Mereka lari ketakutan dan menyimpan dendam mendalam terhadap manusia karena raja mereka Rahwana dibunuh oleh manusia.

"Perlu diketahui nak bahwa raksasa sebenarnya tidak semua nya jahat"
Mereka juga mengerti cinta

"Kalau begitu mengapa manusia begitu benci dengan raksasa yah?"

"Ini semua tentang tidak bisa menerima perbedaan nak. Nafsu manusia membuat buta akan kebijaksanaan. Nafsu kekuasaan para ksatria memilih untuk membunuh penghalang ambisinya. Dan raksasa adalah penghalang utama."

Setelah Rahwana mati, manusia tidak memiliki penghalang lagi. Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan. Hamparan bumi sempat mengalami kestabilan. Namun itu tidak selamanya.

"Nafsu mengalahkan mereka lagi nak"

Raja-raja di bumi saling berperang. Mereka tidak melihat kebijaksanaan. Para raja saling berperang merebutkan kekuasaan. Pihak yang kalah lari ke daerah-daerah lain dipenjuru dunia. Mereka membangun kerajaan-kerajaan baru.
Dengan ambisi untuk kembali merebut kekuasaan.

"Bagaimana kabar para raksasa saat itu yah?"

Para raksasa yang bersembunyi sesekali keluar untuk melihat situasi permukaan. Melihat gejolak yg ada para raksasa memanfaatkan situasi itu untuk merebut kembali kekuasaan.

Mulanya para raksasa menawarkan bantuan kepada raja-raja yang kalah. Para raja yg sedang baru memulai membangun kerajaan baru itu tergiur dengan cara instan yg dijanjikan raksasa. Mereka menghasut mengarah kan manusia.

Para manusia yg dikendalikan nafsu menganggap raksasa itu sebagai panutan dan pegangan. Jadi apa rekomendasi raksasa untuk supaya bisa merebut kekuasaan selalu dilakukan. Banyak raja-raja manusia tidak sadar dengan tindakan raksasa.

Para raksasa telah berhasil mengadu domba para manusia untuk berperang, saling melemah kan.
Berlangsung jutaan tahun. Perperangan terjadi tak ada habisnya. Mulai dari antar kerajaan hingga negara dengan kerajaan, negara dengan negara. Menciptakan kebudayaan tanpa kemanusiaan dan hidup material. Cara berpikir manusia telah dirubah dengan sedemikian rupa oleh raksasa. Manusia dibuat tertidur. Lebih parahnya lagi para raksasa itu lah yang memegang sistem ekonomi dunia. Dan sampe sekarang para raksasa itu lah yg memegang dunia. Kebenaran telah bias maknanya. Kebenaran yang ada sekarang adalah dendam raksasa.

    Written by

    penanda zaman yang gila

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade