Kuliner Kontemporer

Kuliner Kontemporer,apa itu? Jika anda mencari di KBBI mungkin anda tidak akan pernah menemukan istilah ini. Ini adalah istilah yang saya ciptakan sendiri untuk mendeskripsikan makanan yang populer di masa kini. Saya membuat istilah ini bukan tanpa alasan, kemarin ketika saya berkunjung ke Pasar Santa.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah makanan yang aneh di garis waktu sosial media. Sebuah makanan yang menyimbolkan matinya kreativitas juru masak. “Es Krim Kuburan Mantan” mengerikan bukan? Jujur saja, saya tidak mengerti mengapa ada orang yang dengan bangganya membuat makanan dengan nama seperti itu. Sepertinya mereka dengan bangga mengeksploitasi “Mantan” (selfnoted) untuk dijadikan bahan lelucon. Entahlah ini inovasi kuliner atau degradasi. Semakin kesini kualitas kuliner semakin miskin ide. Banyak makanan-makanan baru bermunculan dengan meniru konsep makanan yang lama.

Menurut analisa saya, semuanya berawal dari tahun 2000. Pada masa digital orang-orang berlomba-lomba melakukan inovasi dalam bidang makanan. Mereka melakukan inovasi-inovasi untuk mencipta makanan yang modern. Salah satunya adalah Es Bubble 1.0 Saya menyebutnya demikian karena belum ada nama resmi yang pas untuk menyebut minuman ini (halah). Menurut Dini Wulansari pecinta kuliner kontemporer, Es Bubble ini populer sejak ia masih duduk di bangku SLTP sekitar tahun 2002. Es Bubble 1.0 terdiri dari Ice Blend yang diberikan topping Oreo, Coklat, Keju, Permen, dan Jelly. Hal ini yang menjadikan Es Bubble 1.0 populer dalam waktu sekejap. Saya masih ingat, ketika se-pulang dari sekolah kejuruan, teman-teman saya mengajak untuk mampir ke Bubble Bude, salah satu pelopor Es Bubble di Kemayoran.

Like what you read? Give Reza Fiqih Nurzaman a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.