Hell Yeah!!

Setidaknya telah kukatakan berkali-kali kalau aku mencintaimu. Rasa cinta yang tidak memudar bahkan setelah 4 tahun sejak pertama memandangimu.

Menurutku, hanya ada satu laki-laki dan satu planet. Walau telah banyak kunci yang diberikan planet lain untuk membuka pintu menuju angkasa baru, aku lebih memilih membuangnya.

Jikalau nanti pada saatnya tidak pernah ada lagi ada aku yang selalu mencarimu, aku harap karena kita memang telah bersama. Tapi kalau saja aku telah benar-benar berhenti mencarimu mungkin telah ku buka pintu menuju bahagiaku dan semoga kau juga berbahagia dengan dirimu.

Tidak. Aku tidak menyerah. Hanya saja aku tahu kalau doa-doa yang setiap hari kupanjatkan bisa saja tidak disetujui oleh-Nya. Apadaya jika sampai saatnya bahagiaku telah menjemput tapi toh kau tetap tidak ingin ikut serta didalamnya.

Aku ingin menunggu kebahagian darimu tapi aku tak ingin menunggu selamanya. Aku mulai ragu, bahagia darimu tidak akan abadi seperti yang sudah-sudah.

I’m officially done today.

You never value my kindest so you don’t deserve to get it anymore.

Goodbye asshole!!!

I fvking hate you!!

Like what you read? Give Rezitha Febriyanti a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.