Perempuan dengan penyesalan

Suatu malam dengan kepergian tanpa perpisahan. Orang sampai lelah menasehati, “sudahi saja yang tak pasti” kata mereka.

ini tentang perkara menyukai seseorang, namun tak berujung perkenalan.
hanya perasaan yang jatuh di sebelah pihak, tak berbalas.
bagaiamana bisa bertemu, jika si penyimpan rasa tak memiliki keberanian sama sekali.
hanya mampu berucap dalam doa-doa nya sepanjang malam sunyi.
tanpa kepastian, dan terus saja begitu. entah sampai kapan akan berakhir

lelaki itu telah ada di dekatnya, tak kurang dari satu meter. 
tetapi apa yang di lakukan perempuan itu?
hanya diam terpaku memandanginya, jantungnya berdetak keras sekali.
seolah membuat mati rasa seluruh syarafnya. 
tak bisa melakukan apa-apa.
ya, hanya menatap lamat-lamat menyaksikan lelaki itu beranjak pergi entah kemana lagi.

Malam itu berakhir dengan beribu kali lipat penyesalan.
sebab perempuan itu tahu, tak mudah untuk bertemu dengannya lagi..
entah sebulan lagi, tiga bulan lagi, setahun lagi, perempuan itu tidak tahu kapan kesempatan emas seperti ini akan datang
sudah dipastikan, hatinya berkecamuk

cinta,
sungguh sederhana saja dalam ucapan, 
tapi tak sesederhana itu bagi perempuan ini.
hatinya seperti mati, terkunci lagi entah untuk waktu yang tidak pasti kapan berakhir.
perempuan dengan penuh penyesalan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.