Evaluasi dan Solusi

“Forum evaluasi.”

Forum /fo·rum/ (n) tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas.

Evaluasi /eva·lu·a·si/ (n) penilaian.

Bisa disimpulkan, menurut KBBI, forum evaluasi adalah tempat pertemuan bertukar pikiran untuk sebuah penilaian. Dalam konteks sebuah acara, forum evaluasi adalah sebuah sesi (biasanya di akhir acara) untuk menilai dan menulis kesalahan yang seharusnya tidak terjadi pada acara tersebut. Forum evaluasi juga tempat untuk refleksi diri, memikirkan solusi atas kesalahan yang dilakukan pada acara tersebut agar tidak terjadi lagi pada acara selanjutnya.

Namun, forum evaluasi yang saya alami akhir-akhir ini sudah melenceng dari esensinya. Forum evaluasi menjadi tempat pembantaian. Forum evaluasi menjadi tempat unjuk arogansi. Forum evaluasi menjadi tempat yang tidak kondusif untuk membahas solusi. Forum evaluasi yang seharusnya mencari jawaban dan solusi atas kesalahan, menjadi ajang konsekuensi untuk panitia acara. Evaluator pasang muka sok seram, menunjuk-nunjuk muka panitia yang panik, menjatuhkan martabat dan harga diri panitia. Tanpa memberikan solusi! Gila! Lalu panitia? Merasa kesalahan hanya ada pada dirinya. Mereka hanya diam tertunduk, bisu, mengakui kesalahannya dan menerima konsekuensi. Mungkin hanya aku. Dan beberapa kameradku tentunya. Atau mungkin semua. Sumpah serapah diteriakkan dalam hati. Hanya dalam hati. Entah sampai kapan seperti ini, mungkin esok, mungkin minggu depan akan meledak. Ada juga yang berhasil meredam, dan akibatnya berjangka sangat panjang. Yang meredam tidak mau hadir di acara selanjutnya!

Karena sejatinya, evaluator tidak bisa berkaca. Evaluator bodoh, mungkin. Evaluator pintar, tidak juga. Evaluator tidak tahu esensi forum evaluasi, bisa jadi. Evaluator selalu benar, mungkin tidak semua berpikir begitu. Evaluator salah, TIDAK ADA yang berpikir begitu. Evaluator merasakan apa yang panitia rasakan, tidak. Evaluator tidak bisa memberikan solusi, iya.

Kalau begitu, buat apa ada evaluator, ika tidak bisa memberi solusi? Buat apa forum evaluasi, jika solusi yang diberikan tidak bisa memperbaiki kesalahan kemarin? Eh, bahkan solusi yang diberikan pun tak ada. Evaluator my ass!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.