Nice HomeWork #1

Bismillahirrahmanirrahim…

Tulisan ini dibuat dalam rangka menjawab Nice HomeWork #1 kelas Matrikulasi Ibu Profesional batch #2 yang diasuh oleh Ibu Septi Peni Wulandani dengan materi “Adab Menuntut Ilmu”.

Alhamdulillah, sepertinya bukan kebetulan saya bisa bergabung di kelas ini, namun saya yakin Allah sudah menggiring saya sebagai jawaban atas doa di setiap sholat saya. Doa yang selalu saya pinta agar Allah berkenan membimbing, melimpahkan ilmu untuk saya dan suami dalam menjaga, membesarkan dan mendidik anak yang saat ini sedang Allah titipkan kepada kami.

Dengan kesadaran penuh saya memahami betul bahwa dititipi anak oleh Allah SWT bukanlah perkara mudah. Sangat besar pertanggungjawabannya karena akan dibawa sampai ke akhirat kelak. Mengutip perkataan seorang teman, dititipi oleh Allah seorang anak apalagi anak perempuan bagaikan menahan 1000 beban di atas punggung. Bukan karena kami terbebani lalu tidak ikhlas. Namun karena kami sadar bahwa kami harus bersungguh-sungguh dalam menjaga titipanNYA. Agar selamat hidupnya di dunia dan bahagia di akhirat, sedangkan ilmu kami masih sangat sedikit sekali. Masya Allah selalu bergetar hati saya setiap kali mengingat hal ini.

Lalu jika kembali ke belakang melihat saat kami berikhtiar untuk memiliki anak, melakukan usaha lahir dan berdoa sembari memantaskan diri sampai akhirnya Allah menjawab dan berkenan memberikan kepercayaanNYA kepada kami untuk menjaga amanahNYA, sejak itu pulalah kami sadar bahwa perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai. Bagaimana kami harus menjaga kepercayaan yang telah Allah berikan, bagaimana kelak kami mempertanggungjawabkannya di akhirat, bagaimana pola asuh yang tepat agar ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang utuh, bagaimana cara mendidik yang baik agar fitrah dirinya tumbuh optimal dan berbagai pertanyaan yang selalu bergelayut di kepala. Saat itulah tugas besar dalam hidup kami dimulai, dimana kami harus memantaskan diri, berbenah diri, membekali diri dengan beragam ilmu agar kami tidak salah jalan.

Bagi kami tahapan ini adalah sebuah proses belajar seumur hidup yang akan terus berkelanjutan hingga ajal menjemput kelak. Dan jika kehidupan ini adalah sebuah universitas saat itu ilmu yang saya pilih adalah ilmu parenting, ilmu tentang mendidik, mengasuh dan membimbing anak dengan baik dan benar tentunya sesuai tuntunan Al Qur’an dan hadits Rasullullah SAW.

Lalu mengapa ilmu parenting bukan ilmu agama atau lainnya? Merunut kebelakang sejak dimulainya saya belajar hingga saat ini masih tertatih, dengan memperdalam ilmu parenting saya pun digiring untuk juga belajar ilmu agama. Bagaimana tidak, ketika saya ingin mendidik anak saya menjadi seorang yang soleh yang cinta kepada Rabb dan Rasul-nya maka saya harus terlebih dahulu memantaskan diri dengan menghadirkan suasana kesolehan dirumah, memperlihatkan rasa cinta yang utuh kepada Allah dan Rasulullah melalui bentuk2 ibadah yang nyata. Melalui ilmu parenting ini lah saya lebih mengenal Allah. Lalu ketika saya berharap begitu anak saya baligh begitu pula ia bisa menutup auratnya dengan ikhlas karena kecintaan dan ketaatannya kepada Allah maka saya pun harus terlebih dahulu belajar bagaimana menutup aurat yang benar sebagaimana yang Allah sudah katakan dengan jelas di Al Qur’an. Disinilah saya semakin paham bahwa berhijab yang sesungguhnya bukan seperti ketika jaman saya jahiliyah dulu saat kepala ditutup tapi lekuk tubuh masih terlihat atau sudah berpakaian longgar tapi kaki masih bertelanjang. Dan tentunya masiiih banyak lagi ilmu agama yang harus saya pelajari.

Luasnya ilmu parenting juga akan membawa saya masuk ke mata kuliah psikologi anak, dimana saya harus mempertajam indera agar bisa memahami gerak tubuh, bahasa dan tingkah anak. Bagaimana memahami anak disaat ia sedang kurang nyaman sehingga rewel dan sebagainya. Termasuk memahami karakter dan sifat anak. Bagi saya memahami ilmu psikologi akan sangat membantu saya dalam mendidik anak sesuai dengan fitrahnya.

Lalu masuk pula ilmu komunikasi yang juga tidak kalah pentingnya. Disini saya bisa belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, bertutur kata yang baik dengan pilihan kata dan intonasi yang baik pula agar pesan disetiap kalimat yang saya ucapkan bisa tersampaikan dgn baik. Belajar berkomunikasi dua arah dan belajar menawarkan pilihan kepada anak agar ia pun bisa belajar mengambil keputusan dan mengemukakan pendapatnya. Jujur dulu saya adalah orang yang kalau berbicara sering tidak memperhatikan intonasi sehingga tidak jarang orang mengira saya sedang marah padahal sesungguhnya tidak.

Dan masih banyak ilmu lainnya yang bisa saya dapatkan dari belajar ilmu parenting ini seperti ilmu sabar, manajemen emosi, manajemen waktu, ilmu kesehatan, gizi, dan lain-lain termasuk juga self improvement hingga metode pendidikan anak usia dini yang saat ini juga sedang saya dalami.

Itulah alasan terkuat mengapa saya menekuni ilmu parenting selain juga karena saya memang senang dengan dunia anak dan peduli dengan tumbuh kembang serta pendidikan anak.

Adapun strategi dalam menuntut ilmu yang akan saya terapkan adalah dimulai dengan memahami adab dalam menuntut ilmu lalu mencari ilmu dengan memperbanyak referensi, belajar dari ahlinya maupun teman yang telah lebih dulu belajar ataupun yang lebih paham tentang ilmu tersebut. Lalu tidak sungkan untuk sharing dan bertanya baik sekedar bertukar cerita, pendapat maupun meminta solusi. Kemudian mengikuti kelas2 parenting, lalu memahami dan mengamalkannya dengan membuat catatan2 penting agar mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari2. Selanjutnya melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dan terhadap pengaplikasian ilmu tersebut baik proses maupun hasilnya. Menyelaraskan ilmu yang didapat dengan Al Qur’an dan Hadits agar tetap berada dalam koridor Islam.

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, maka perubahan yang perlu saya lakukan adalah di mulai dengan memperbaiki niat agar selalu semata-mata hanya karena Allah SWT, lalu bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menuntut ilmu dengan rajin dan giat menghadiri majelis-majelis ilmu baik offline maupun online. Mengosongkan gelas dan bersedia dengan ikhlas memulai dari nol agar ilmu yang disampaikan bisa diserap dan dipahami dengan baik. Senantiasa bersabar dan menuntaskan ilmu yang dipelajari dengan mengamalkannya. Menghargai dan menghormati guru sebagai penyampai ilmu, menanamkan rasa terima kasih dalam diri atas jasa guru yang telah berkenan membagi ilmunya dan terus mendekati Allah SWT yang Maha memiliki ilmu.

Alhamdulillah.. semoga tulisan ini bermanfaat minimal untuk diri saya sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah tersampaikannya ilmu sehingga ilmu yang saya sudah dapatkan bisa dengan mudah diamalkan. Aamiin..

Salam Ibu Profesional

Ria Arianty,

manda dari Shazfa yang masih butuh banyak doa dan ilmu agar mampu menjaga amanah dari Allah SWT.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.