Harapan yang Lahir dalam Film Dunkirk

Menurut sejarah, Evakuasi Dunkirk adalah operasi penyelamatan 300ribu pasukan Allied (negara-negara yang beraliansi di Perang Dunia II termasuk Inggris, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat) dari pantai Dunkirk, Perancis, diantara 26 Mei hingga 4 Juni 1940 selama Perang Dunia II. Saat itu pasukan Inggris, Perancis, Kanada dan Belgia dipaksa mundur ke Dunkirk oleh pasukan Jerman. Hampir semua rute penyelamatan ke Terusan English (English Channel), diputus. Winston Churchill yang saat itu adalah Perdana Menteri menyebutnya, “a miracle of deliverance”.
Kapal besar Destroyer dikirim untuk evakuasi ke Dunkirk tapi dengan waktu tiga hari yang diberikan oleh Jerman, mereka hanya bisa mengangkut 30ribu pasukan. Kapal-kapal besar pun sulit mendekati dermaga sebab saat itu banyak kapal-kapal karam yang menghalangi dan membuat airnya dangkal. Dibutuhkan kapal-kapal kecil untuk mengangkut pasukan yang berada di pantai menuju kapal yang lebih besar di tengah lautan.
Sejumlah 700 kapal kecil akhirnya datang dan membawa pulang 338ribu orang kembali ke Inggris, termasuk 140ribu pasukan Perancis. Sampai sekarang, frase “Dunkirk Spirit” terus dipakai untuk menggambarkan orang Inggris yang bahu membahu dalam kesusahan.
***
Bagi saya, daya tarik awal film Dunkirk adalah sutradaranya sendiri; Christopher Nolan. Kapasitas Nolan membuat film-film luarbiasa sudah tak dipertanyakan lagi. Terbukti dari deretan film yang disutradarainya rata-rata memiliki rating yang tidak main-main, seperti Interstellar (8.6/10), trilogi The Dark Knight (9/10), Inception (8.8/10) hingga The Prestige (8.5/10).
Daya tarik kedua dan yang paling banyak dikemukakan teman-teman yang juga ikut menantikan film ini adalah tentu saja para aktor-aktor yang terlibat di dalamya. Mulai dari Fionn Whitehead, Tom Glynn-Carney, Jack Lowden, Aneurin Barnard, James D’Arcy, Barry Keoghan, Kenneth Branagh, Cillian Murphy, Mark Rylance, Tom Hardy, hingga Harry Styles.
Nolan sendiri sudah mengakui kalau dia yakin bahwa Dunkirk menjadi film yang memiliki jejeran pemain terbaik yang bisa dimiliki oleh sebuah film. “I firmly and passionately believe this is one of the greatest casts put together for any movie”, ujarnya di pemutaran perdana Dunkirk bersama Prince Harry, para veteran perang dan para kru film di Leicester Square (13/7).
Nolan menulis skenario film ini dari tiga sudut pandang; The Mole, The Sea and The Air. Masing-masing punya cerita yang memiliki jalinan ikatan yang penting.
Tommy adalah satu dari beberapa prajurit yang selamat dari cecaran senjata pasukan Jerman di satu sudut jalanan di Dunkirk, Perancis. Dia berhasil sampai ke pantai dimana dia melihat ratusan ribu pasukan Inggris menunggu untuk dievakuasi. Disana dia bertemu Gibson. Berdua, mereka mencari cara agar bisa ikut dalam evakuasi kapal. Dalam kekacauan saat kapal tenggelam, mereka menyelamatkan Alex. Satu menjadi dua dan dua akhirnya menjadi tiga. Mereka bertiga menjadi bagian dari ratusan ribu pasukan Inggris yang menunggu untuk diselamatkan.
Di laut, Mr Dawson meminta pada anaknya, Peter, agar mengangkut pelampung-pelampung naik ke kapal mereka. Mr Dawson hendak menuju ke Dunkirk, memenuhi panggilan permintaan evakuasi para prajurit yang terperangkap disana dengan kapal-kapal pribadi. Saat kapalnya berangkat, George, teman Peter, juga ikut, berharap tindakannya menjadi sesuatu yang penting dalam hidupnya. Dalam perjalanan ke Dunkirk, Mr Dawson menyelamatkan banyak orang yang nyaris mati di lautan dan mengangkutnya kembali ke Inggris.
Di udara, tiga pilot pesawat Spitfire; Farrier, Collins dan pimpinan skuadronnya membantu penyelamatan prajurit Inggris melalui udara sebab musuh tak henti-hentinya melancarkan serangan bom dari udara ke Dunkirk.

Saya menonton banyak film berlatar Perang Dunia II dan sejauh ini, Dunkirk adalah yang terbaik. Nolan menjalin film ini dengan begitu apik di setiap aspek. Emosi saat menonton Dunkirk berbeda saat menonton film perang lainnya. Saya lebih merasakan ketakutan dan kengerian di mata dan wajah tentara-tentara Inggris yang menunggu entah apa dan kapan datang di Dunkirk. Saat pesawat yang membawa bom-bom berjatuhan dan menerbangkan tubuh-tubuh, saat mayat-mayat mulai kembali ke pantai karena arah angin berubah, saat akhirnya kapal-kapal pribadi mulai berdatangan dan para pasukan menyambutnya dengan kegembiraan. Saya seperti menjadi bagian dari semuanya. Saya tiba-tiba tahu bahwa film ini mungkin ingin mengatakan bahwa harapan dan keajaiban akan selalu ada.
Aspek yang paling berperan dalam menghidupkan adegan-adegan yang krusial dalam film ini adalah musik scoring Hans Zimmer dan sinematografi oleh Hoyte Van Hoytema.
Film ini diambil menggunakan film berformat besar (75% adalah IMAX) dan dirilis dalam 70-mm proyektor. Nolan tidak memakai teknik CGI — dia bahkan menghabiskan $5juta untuk membuat pesawat Luftwaffe hanya untuk menabrakkannya, dan usaha itu benar-benar terlihat. Gambar-gambar yang diambil di udara dengan lautan luas membentang dalam film benar-benar jelas hingga beberapa kali membuat saya merasa sedang terbang dan mabok udara.
Sulit rasanya membayangkan film ini akan sebagus apa jika bukan Hans Zimmer yang berada di balik music scoring nya. Sebab adegan film ini lebih banyak ke pergerakan dan bukan dialog, sehingga sangat bergantung pada scoring yang sesuai. Saya masih ingat scoring di adegan Tommy dan Gibson membawa tandu orang yang terluka ke kapal evakuasi yang hendak berangkat; cepat, terburu-buru dan menyedihkan. It grabs my attention in a second I heard the score. It was just brilliant.
Di akhir film ini, saat prajurit akhirnya berhasil diselamatkan, mereka mendapat begitu banyak ucapan selamat, perayaan dan hiruk pikuk. Pertempuran di Dunkirk akan selalu menjadi kisah perang yang luarbiasa dan kemenangan yang ikonik. Walaupun tak ada adegan pertempuran dan hanya ada usaha penyelamatan diri.
Di adegan terakhir, saat seseorang berucap kalian berhasil, ada yang menjawab, “All we did is survive” dan lalu dijawab, “That’s enough”.
Namun sebenarnya, kisah tersebut lebih dari itu. Seandainya ratusan ribu pasukan Allied tidak diselamatkan, sejarah perang akan sangat jauh berbeda. Dan film Dunkirk, yang menjadi tribute Nolan yang mencengangkan pada kisah penyelamatan ini takkan pernah ada.
Have a nice watching, everyone!
Ri
