DAY 1 ORIENTASI STUDI JURNALISTIK PERS MAHASISWA ITB 2018

Febrian Admaja
Sep 7, 2018 · 3 min read

Orientasi Studi Jurnalistik Pers Mahasiswa ITB 2018 atau OSJUR PERSMA adalah sebuah rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa ITB yang bertujuan untuk membentuk karakter jurnalis bagi calon kerabat Persma 2018. Osjur Persma ini berlangsung setiap hari Sabtu selama 5 hari selama bulan September.

Sebelum acara dimulai, peserta osjur persma 2018 berkumpul di Lapangan Sipil ITB. Setelah berkumpul, peserta melakukan mobilisasi dari Lapangan Sipil ke Lapangan di Jalan Gelap Nyawang. Di Lapangan tersebut, peserta disambut oleh para panitia Osjur Persma 2018. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan persetujuan Memorandum of Understanding antara calon kerabat persma 2018 dengan pihak panitia osjur persma 2018. Lalu, acara dilanjutkan dengan penulisan harapan peserta Osjur Persma 2018 terhadap keberlangsungan acara Osjur kali ini maupun harapan cakra 2018 mengenai Persma itu sendiri.

Setelah itu, peserta osjur persma 2018 dibagi menjadi beberapa kelompok untuk kegiatan selanjutnya yaitu materi mengenai jurnalistik dan persma ITB. Kelompok dibagi berdasarkan kategori tertentu berdasarkan apa yang tertulis di kertas yang telah dibagikan. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok pergi ke pos masing-masing yang telah diberikan dengan menggunakan clue sebuah tempat di ITB.

Pos pertama berada di Aula Timur ITB. Di pos ini diberikan materi mengenai Pers Mahasiswa ITB secara umum mengenai sejarah mulai dari kapan Pers Mahasiswa terbentuk hingga saat ini. Sebelum penjelasan materi tersebut, peserta diberikan sebuah game dimana peserta harus mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai Persma ITB. Pers Mahasiswa ITB sendiri terbentuk pada tanggal 14 April 2001 oleh anggota PSIK yang memiliki ketertarikan di bidang pers. Awalnya, produk pers mahasiswa ini bukan koran Ganeca Pos seperti sekarang, namun sebuah majalah seperti Eureka. Selanjutnya dijelaskan mengenai Logo Persma ITB serta Visi dan Misi Badan Pengurus Pers Mahasiswa saat ini. Selain itu juga dijelaskan mengenai organogram Persma ITB dan Potensi serta Peran Persma ITB.

Selanjutnya pos kedua berada di Lapangan Planologi. Dipos kedua ini, peserta mendapatkan materi tentang Keluarga Mahasiswa ITB, mulai dari bagan, fungsi, dan tugas dari elemen-elemen yang ada di KM ITB, meliputi Kongres KM ITB, Kabinet KM ITB, MWA-WM, HMJ, Unit, dan mahasiswa itu sendiri. KM ITB ini merupakan organisasi kehamasiswaan di ITB yang berada di bawah rektorat namun memiliki otonomi sendiri untuk melaksanakan kegiatannya. Struktur di KM ITB ini memiliki format yang mirip dengan konsep trias politika, dengan Kongres KM ITB sebagai badan legislatif dan Kabinet serta MWA WM sebagai badan eksekutif. Perbedaannya terletak pada tidak adanya lembaga yudikatif di KM ITB ini. Selain dijelaskan mengenai elemen di KM ITB, peserta uga diberikan materi mengenai dokumen formal ITB meliputi Konsepsi KM ITB, AD/ART KM ITB dan Ketetapan Kongres.

Setelah dari pos pertama dan kedua, peserta melanjutkan ke pos ketiga yaitu pos yang berada di LABTEK VIII. Materi yang disampaikan pada pos ini mengenai pers pada umumnya, yaitu meyangkut definisi jurnalistik, jurnalis dan pers, undang-undang tentang pers, serta 11 kode etik jurnalistik menurut Dewan Pers. Setelah penyampaian materi, dilakukan game lagi yaitu menentukan apakah beberapa berita apakah berita tersebut hoax atau tidak.

Dari pos ketiga, peserta menuju pos terakhir yaitu pos empat di GKU Timur. Di pos tersebut diberikan materi mengenai nilai-nilai berita yang terdiri dari 13 poin yaitu hangat, tokoh, magnitude, pertama kali, eksklusif, prestisius, trend, relevansi, human interest, dramatis, unik, misi, dan angle. Selain itu juga diberikan beberapatools untuk membuat berita dan sense of jurnalism. Setelah penyampaian materi usai, peserta diminta untuk melakukan analisis mengenai sebuah berita dilihat dari 13 nilai berita yang telah disampaikan sebelumnya dan angle lain yang dapat ditawarkan. Setelah itu, peserta diberikan waktu kurang lebih 30 menit untuk melakukan ishoma.

Setelah ishoma, peserta osjur persma 2018 berkumpul di gedung CAS ITB. Sebelum masuk materi selanjutnya, peserta bermain sebuah game bernama scavenger hunt. Peserta dituntut untuk menemukan nama-nama orang yang memiliki kebiasaan, bakat, atau yang lain sesuai dengan apa yang tertulis di kertas. Setelah beberapa menit, munculah pemenang dari scavenger hunt yang sekaligus menjabat sebagai penanggung jawab sementara Cakra Persma 2018 yaitu George.

Setelah game scavenger hunt, peserta diberi materi mengenai fenomena pers masa kini. Dibandingkan keadaan pers yang ada saat ini dengan masa lalu, dimana pers masa lalu bersifat ekslusif, one way, menunggu, dan pembahasannya yang mendalam. Sementara pers masa kini memiliki sifat tidak ekslusif, dua arah, akses cepat, dan pembahasan kurang mendalam. Setelah itu, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk melakukan diskusi mengenai keadaan pers masa kini dan solusi dari masalah tersebut lalu mempresentasikannya.

Karena materi yang diberikan pada hari itu telah usai, dilakukan kegiatan lelang makanan ringan dengan menggunakan uang yang diberikan saat game-game yang ada di pos-pos. Setelah dilakukan lelang, peserta osjur persma 2018 diberikan beberapa penugasan baik untuk minggu depan maupun tugas harian. Setelah pemberian tugas ini, kegiatan berakhir dan peserta dibubarkan.

Febrian Surya Admaja

16618111