Selamat! dariku.
‘oh sudah wisuda ya, pantes ganti pp’
Aku bersyukur melihatmu mengganti foto profilnya, setidaknya aku tau bahwa kamu masih baik baik saja. Aku sedikit lega melihatmu msih tetap seperti dulu, mungkin, dengan gaya yang khas dan tatapan matamu yg tajam tp lucu itu, setidaknya, kamu masih sendiri disana, mungkin. Oh ya, kemarin kamu wisuda ya, selamat, semoga ilmu mu bermanfaat. Aku jadi berpikir, siapa yang kamu ajak ke momen sakral tersebut, pastilah kedua orang tuamu, ato kamu sudah menemukan yang lain. Ah aku tak tau dan tak mau tau.
LINE! TUNG TING
notif bahwa komenku terbalas oleh mu, sedikit basa basi yang terlalu basi darimu sebenarnya, tapi entah kenapa, aku suka. Tanpa sadar aku mulai mengetik untuk meresponnya, dan tentu, cengar cengir sendirian, entah kenapa wajahku jadi memerah dan dadaku berdebar debar.
Beberapa saat kemudian, balasan komentar dari mu muncul,
....
'berujung lempar sendok garpu lho''
Dari sekian banyak pilihan jawaban yang aku terka darimu, kenapa itu yang kamu pilih. Arrghhh, tiba tiba saja dada ini sedikit nyeri, ada beberapa hal yang memang sebaiknya diingat sendiri sendiri. Dan aku sedikit banyak tahu, bahwa ada rasa yang sebaiknya tidak diungkapkan, bukan karena kurangnya keberanian dan kesempatan. Hanya saja, kita lebih nyaman memilih untuk sebagai teman.
...
'tuk tuk tuk' aku mengetik dengan cepat
'mulai lagi kan '
Sebagai tanda bahwa kita cukup sampai disini :)
Terima kasih
Selamat wisuda
Selamat koas
Selamat menempuh kehidupan selanjutnya,
Semoga dirimu selalu bahagia. :)
Yogyakarta, 30 Agustus 2018
