…..
kutuliskan curahan hatiku ini dengan iringian harapan agar beban dari rasa kecewa ini berkurang
aku tak terbiasa mengungkapkan isi pikiran dan hatiku lewat kata. hanya guling empukku yang telah usang-lah menjadi tempatku mencurahkan isi hati dan sebagai saksi isakan kecilku disaat ku sedih dan kecewa.
Namun, guling empuk itupun tak juga mengobati rasa kecewaku beberapa minggu ini. bagai jatuh ditimpa tangga, masalah bertubi-tubi mengampiriku seolah ingin membuatku jatuh sejatuhnya. aku begitu kecewa dengan orang sekelilingku, bahkan orang yang paling kusayangi di dunia ini pun telah mengecewakan aku. orang yang aku pikir akan selalu berada di pihakku ternyata tidak. telah kucoba untuk tak memperdulikan perasaan kecewa ini, agar aku bisa tetap menyayanginya. namun ternyata sulit. tapi pantaskah aku membencinya? kurasaa tidak. aku menyayanginya melebihi diriku sendiri. bahkan disaat beliau terluka ataupun sakit, aku rela menggantikan luka dan sakitnya. disaat beliau meneteskan airmatanya, disitu pula air mataku menetes. setiap malam kupanjatkan doa untuknya kepada-Nya. selama ini, aku begitu bangga padanya, seseorang yang begitu kuat, lembut hatinya dan wajahnya yang sejuk dipandang.
kurasa aku hanya butuh waktu sendiri, untuk meneteskan airmata yang sudah begitu berat rasanya menggantung di kelopak mataku.
kurasa aku hanya butuh waktu sendiri, untuk sekedar mengingatkan diriku bahwa aku tak pantas membencinya.
karena tanpa beliau, aku tak akan pernah diini
dan mengingatkan diriku bahwa kebaikannya selama ini terlalu besar, jika dibandingkan dengan rasa kecewaku ini