
Software Testing itu apa sih?
Software Testing adalah proses eksekusi suatu program aplikasi yang tujuannya mencari suatu error atau bug atau kesalahan yang mana kegiatan ini dilakukan oleh seorang tester.
Kedengarannya dosa ya kalau jadi seorang tester harus mencari kesalahan yang dilakukan si programmer. Tapi ya memang ini adalah tujuan utama dalam sebuah tim developer yaitu membuat aplikasi dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan dengan bug se-sedikit mungkin. Maka dari itu, tester memiliki tanggung jawab yang besar.
Menjadi seorang tester itu harus teliti dan sabar karena ini bukan hal yang mudah, bukan hanya mengecek kinerja software, tetapi juga menganalisa dan mengevaluasi fitur dalam aplikasi tersebut, intinya nggak sekedar itu . Software tester akan selalu dihadapkan dengan sebuah dokumen yang akan menghasilkan test scenario yang baik. Semakin detil isi (analisa dan hasil testing) dokumen-dokumen tersebut maka semakin mudah pula dalam menemukan apa yang harus diperbaiki.
Kira-kira dokumen apa aja sih yang harus dibuat oleh seorang tester? Dari sebuah sumber mengatakan bahwa ada dua dokumen yang dibutuhkan yaitu:
1. SRS adalah singkatan dari System Requirement Specification yang isinya adalah panduan tentang apa yang dibutuhkan untuk memenuhi suatu software. Bisa juga disebut Blueprint.
2. SAD yang kepanjangannya Software Architecture Document adalah dokumen yang isinya desain arsitektur dari alur proses secara umum dari sebuah software.
Adapun di beberapa perusahaan digital, tester juga melakukan tugas sebagai technical writer yaitu membuat dokumen manual book untuk user yang akan menggunakan aplikasi tersebut, dan masih ada beberapa file pelengkap lainnya. Kira-kira isinya seperti ini:


Tipe-tipe dalam melakukan testing juga ada dua:
1. Manual Testing, dari namanya saja manual, berarti testing ini dilakukan manual oleh manusia tanpa tools apapun.
2. Ada yang manual, berarti juga ada yang otomatis. Nah, kalau Automation Testing ini berarti kita menggunakan tools dalam melakukan testing. Apa contoh tools yang dimaksud? Salah satu contoh yang paling terkenal adalah Selenium, kurang lebih tampaknya seperti di bawah ini.

Command : Field ini berisi perintah yang ditujukan pada target
Target : Berisi tujuan elemen yang diberi perintah. Bisa berdasarkan id, name, Xpath, CSS, teks link, dll.
Value : Dapat diisi dengan teks yang akan ditest pada website. Misal pada website terdapat field untuk username, maka pada kolom value kita ketik username yang ingin kita test.
Demikianlah apa yang bisa saya ketikkan dalam artikel ini. Masih banyak kekurangan, jadi mohon dimaklumi. Terimakasih banyak kepada yang sudah banyak membantu saya dalam memahami konsep testing.
Thank’s for reading.
