Jadi Mana yang Duluan?
Kalo udah bicara tentang “duluan”, pasti sesuatu itu ada sangkut pautnya dengan urutan ataupun prosedur. Yap!, keberadaan prosedur memang suatu keniscayaan dalam hal apapun, bahkan ketika kita hendak makan pun ada prosedurnya, mulai dari ambil nasi, milih lauknya atau sayur sampe pada proses pencernakanan pun ada prosedurnya. Jadi kalo ditelaah lagi, prosedur itu memang memegang andil penting dalam segala hal, tanpa terkecuali.
Disisi lain kehidupan pun masih percaya dengan prosedur dan dia tidak mengingkarinya. Begitu juga kita yang muda, kita yang selalu merasa paling benar dalam segalahal patutnya mengikuti prosedur yang ada dalam kehidupan. Melalui observasi lebih dalam, yang dimaksud dengan prosedur dalam konteks kehidupan itu lebih condong ke bagaimana para pemuda atau seseorang memilih atau mengetahui prioritas untuk dirinya masing-masing. Dewasa ini, di zaman yang serba mudah (mudah tertipu, mudah terprovokasi) banyak para pemuda yang “buta prioritas”, ini terjadi ketika mereka lebih condong untuk selalu memilih apa yang enak/nikmat bagi mereka dari pada apa yang mereka benar-benar butuhkan dan lebih parahnya lagi, kenikmatan ini bersifat semu atau sementara.

Parah? Iya, tapi ini realitanya. Masa muda yang harusnya di gunakan untuk menghabiskan “jatah gagal” justru lebih sering digunakan untuk urusan yg berbau hedonism dan gaya sok ke barat-baratan seolah-olah itulah life goal. Terkadang pergaulan anak-anak muda masa kini juga tidak menoleh pada keadaan ekonomi orang tua mereka. Prihatin itu ketika kita sadar bahwa kenikmatan zaman justru melahirkan generasi yang lemah, generasi dimana dia yang rajin ditertawakan, genrasi yang lebih bangga dengan budaya luar dari pada budaya sendiri, generasi yang lebih mengedepankan “kekinian” dari pada prestasi.
Tapi apa daya, bak putaran roda, sekarang kita disini dan tak ada yang bisa disalahkan. Tapi satu hal bisa kita lakukan “perbaiki diri sendiri”, (Aslih nafsaka yasluh laka An nasu)
~the main intention of posting this writing is to share what the writer observes around him doesn’t mean that he is perfect but he is a doer as well in the story he wrote~