Rifki DpMar 19
Sial…
Pintu itu terus terbuka, membiarkan udara dingin masuk
Bersama dengan bekunya senyuman yang menusuk
Terbiasa aku dengan dinginnya lantai
yang sudah menjadi alas rinduku selama ini
Perapian berusaha menghangatkan suasana
Kuharap ada pelukan dipunggungku, tapi sial hanya ada bayangmu disana