Angan Tahun Lalu

Aku ingin kita kembali ke mimpi setahun lalu yang sempat remang redup.
Yang waktu lalu diganyang keadaan, dipadamkan takdir yang (bisa jadi) semu.
Aku ingin apa-apa yang dipanjatkan dalam khidmatnya malam
Pukul delapan lewat atau tiga pagi (terserahmu)
Ketika surau mulai menyepi;
Ketika hanya mushaf yang mematung pada rak dan gemericik air yang jatuh tetes demi tetes dari keran wudlu
Tahu nama Tuhannya dipanjat-panjatkan anak-anak manusia yang merengek meminta apa-apa
Menjadi nyata.
Aku ingin tinta pena yang tidak seberapa
Yang tahun-tahun lalu pernah kita pakai untuk menulis angan-angan kita untuk tahun-tahun ini
Tak sia-sia; ia terbayar oleh harapan yang dijanjikan dan diusahakan lewat keringat yang menetes.
Karena sederhana, tuan.

  1. Aku hanya ingin hidup dalam kehidupanku
    Atau kalau tidak,
  2. aku ingin mempersonifikasikan kehidupan yang membuatku mati.

    Anam, Rifqi Khairul

    Written by

    HMS ITB, Kuya Hantam | Recently a civil engineering student who's attracted to urban & mass transportation design and transportation behavior | LINE: anamrifqi