“three hands on person's face” by Andrei Lazarev on Unsplash

Pikiran dan Hati


a……..b…….c………d……………..


asdnasiohpqhwdsakldnasc ishapowuwqufipefhiqweyqp9dajs djkfvnjfeoufshs sshduwjasnd asjgsugdausfgasbsbxc asdb uwduwodabs gfyweiuryhgnv ndhdndd dvbxcjbxjcbvjcbvcjvb cyvbchvbcvnbc nvbcnvbcvudf8fe efidghfsihdifshdifhe8yfdust83902–01 ishdaishdiahsdsndbsaisdgasy syd9yas9dya9sydshdkfjnxbcvagqtyrsasdsbndb sausdaushdaush uwqufipefhiqweyqp9dajsdjkfvnjfeoufshs sshduwjasnd asjgsugdausfgasbsbx sadisdioasdiowdgw8dgsjdgasdbasbdmsbdc sandbbsdubuw yduysauysduyasu dyau syduasyduas sdasdha9s0ds90da90sydw90ydsadhsfjksgfjksvcxc ioasidoisaodisydifyfgdfjdgjfg uwqufipefhiqweyqp9dajsdjkfvnjfeoufshs sshduwjasnd asjgsugdausfgasbsbxcsudpasud9w sdjgsfsgtf8 stfstya0sihasoh asod hskhdalkshdsmfbjg asdaibhsdishaidhsidhaishdishfuygb2321574897.


Ya begitulah kalau diilustraskan sesimpel dan sebisaku. Pikiran dan hati manusia terlalu complex untuk dinilai dari satu perspektif. Ada yang simpel seperti di atas dan ada yang rumit seperti di atas. Kenapa dua-duanya aku sebut di atas? karena sering kali dua bagian di atas merupakan satu kesatuan dalam pikiran manusia. Yang kompleks menyempurnakan yang simpel, Yang kompleks ada karena yang simpel, Yang kompleks memusnahkan yang simpel, Yang kompleks mengindahkan yang simpel. Pun sebaliknya. Karena itu lah aku tidak mau menilai, karena mengerti bahwa aku menilai diriku sendiri saja tidak bisa, apalagi kamu, kalian, dan mereka.


Rifqi Syahrial
Lagi-lagi di airport.
24 Oktober 2018