Seleksi Data Center Untuk Operasional Non-Stop 24 Jam

Jika bisnis anda memiliki operasional non stop selama 24 jam, sudah tentu anda membutuhkan infrastruktur IT yang dapat mendukng hal tersebut. Oleh karena itu, seleksi data center untuk colocation memerlukan beberapa faktor yang perlu anda gali.

Berikut beberapa faktor untuk seleksi data center agar dapat mendukung operasional selama 24 jam tanpa henti:

Sertifikasi Data Center

Adalah sangat penting untuk mengetahui sertifikasi data center yang akan anda gunakan untuk colocation perangkat infrastruktur IT anda. Para praktis dunia mengemukakan bahwa, data center dengan TIER I dan TIER II akan menjadi hal yang percuma, karena tingkat uptime yang di jamin masih terdapat downtime lebih dari 20 jam. Oleh karena itu, pastikan seleksi data center anda dengan memasukkan hanya data center TIER III dan yang sudah tersertifikasi oleh badan yang diakui dunia yakni Uptime Institute. Dengan memakai data center TIER III yang tersertifikasi dari uptime institute, tingkat downtime anda hanya akan ada maksimal 1.5 jam dalam setahun.

Infrastruktur Data Center

Selanjutnya, anda dapat melihat pada website data center yang akan anda seleksi, apakah benar adanya merupakan data center Tier III. Selain sertifikasi, infrastruktur yang ada pada data center tersebut tetap harus di perhatikan. Pastikan bahwa data center tersebut mengunakan infrastruktur state-of-the-art. Kebanyakan downtime pada sebuah data center selain berasal dari kesalahan konfigurasi, juga berasal dari kegagalan dalam menghidupkan pembangkit listrik cadangan. Ada beberapa data center yang menggunakan UPS model Flywheel, dan memberikan harga lebih murah, akan tetapi lebih sering mengalami outages.

Keahlian Profesional

Sumber daya manusia pada data center yang akan anda gunakan baik untuk colocation maupun disaster recovery harus memiliki profesional tersertifikasi secara internasional. Ini sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa operasional IT anda pada data center pihak ketiga tersebut akan selalu dijaga oleh tenaga ahli.

Manajemen Data Center

Sebuah data center TIER III, akan selalu di iringi sertifikasi lainnya seperti ISO 27001 tentang manajemen data center dan keamanan data center. Dalam melakukan seleksi data center, para pimpinan perusahaan harus memahami hal ini. Ini sangat diperlukan agar tidak kecewa pada kontrak jangka panjang yang akan anda lakukan.

Pertimbangkan Biaya Downtime v.s Harga Colocation

Ini akan menjadi sangat penting. Ketika downtime terjadi, biaya yang timbul kemungkinan akan menjadi sangat besar dan tidak dapat dibandingkan lagi dengan biaya colocation server. Oleh karena itu, dalam melakukan seleksi data center para CIO tidak dapat hanya mempertimbangkan sebuah data center TIER III saja, akan tetapi memerlukan sarana disaster recovery.

Adapun biaya disaster recovery kemungkinan akan sama dengan biaya colocation. Disamping itu, anda akan memerlukan investasi perangkat untuk infrastruktur cadangan. Tentu hal ini akan memberatkan dan akan menjadi pertimbangan kritis para CFO.

Untuk itu, ada sebuah solusi yang dinamakan DRaaS. Disaster Recovery as a Services memungkinkan perusahaan untuk memiliki fasilitas DR namun tanpa memerlukan investasi perangkat.

Perhatikan juga infrastruktur penyedia layanan cloud DR tersebut dengan menggunakan langkah-langkah diatas. Semoga bermanfaat.

Tier III Data Center in Indonesia, Certified by The Uptime Institute