Pro kontra menguatnya dollar
Oleh : Farhan Prabowo
Naik lagi. Selama beberapa hari terakhir menjadi perbincangan yang menarik publik. Sibuk mengetik di google “Kurs Dollar saat ini”. Terus pastikan. Agar tidak salah lihat. Meskipun penutupan Asian Games baru selesai beberapa hari yang lalu. Yang menghibur. Menjadi kebanggaan tersendiri karena menjadi tuan rumah. Yang juga sempat heboh karena pak Presiden pakai stuntman saat pembukaan. Padahal sudah prosedurnya begitu. Memang ada aturannya. Juga bahaya jika tanpa stuntman. Bisa kena hukuman. Via vallen bahkan sampai minta maaf. Padahal tidak mesti seperti itu.
Naik lagi. Setelah sebelumnya memang perlahan naik. Selama satu tahun ini. Hingga BBM juga sudah naik. Harga pangan juga naik. Dulu masuk 14000 juga heboh. Apalagi sekarang. Yang lagi musim politik. Yang lagi panas-panasnya. Yang sebentar lagi masuk masa kampanye. Meski sempat dingin karena jasa seorang atlit pencak silat yang meraih medali emas. Berterimakasihlah padanya karena telah membuat sejuk perpolitikan negeri ini. Walau hanya sejenak. Tapi berpengaruh.
Tiba-tiba semua menjadi pengamat. Merasa bahwa melemahnya rupiah amat penting diketahui. Walau ada juga yang sekedar berbagi informasi. Dan setelah itu ada yang mengomentari : Ko tiba-tiba semua jadi pengamat. Lupa kalau dia juga sekarang jadi pengamat warganet.
Naik lagi. Dan ini termasuk pelemahan tertinggi mata uang negara sejak krismon 1998. Katanya begitu. Meski ada sisi positifnya. Juga ada negatifnya. Tinggal menunggu waktu saja. Semoga tidak meminjam lagi pada bank dunia. Takut nanti kualat. Biarlah itu jadi masa lalu. Jadi pembelajaran. Dan kabarnya akan ada pertemuan lagi dengan bank dunia. Benar tidak? Di Bali kalau tidak salah. Jadi tuan rumah. Yang sempat padam listriknya. Kabarnya dihadiri banyak negara. Oktober nanti.
Siklus sepuluh tahun itu terjadi lagi. Entah ini sudah direncanakan atau tidak. Tapi tetap saja terjadi lagi siklusnya. Yang entah kapan berakhirnya. Yang punya nama panggilan sendiri di setiap siklusnya. Biar bisa dikenang cucu sampai cicit nanti.
Memang belum terasa akibatnya, untuk level mahasiswa. Yang belum punya apa-apa. Ada yang bilang jika hal seperti ini tak perlu dikritisi. Padahal bisa juga sambil belajar. Dan tak perlu khawatir. Sudah ada pemerintah yang mengurusi. Lebih baik perbanyak ilmu tentang hal itu. Melanjutkan aktifitas. Bantu dengan memberdayakan masyarakat. Meski harga tabung LPG sudah naik. Meski pasar tradisional makin sepi. Berpindah ke pasar online sekarang yang lebih modern. Katanya begitu. Sisanya serahkan pada pemerintah untuk menjalankan tugasnya. Biar terlihat seperti itu. Tanpa perlu tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Walau Emak-emak juga harus cari tabung gas yang tidak murah. Bahkan sampai turun ke jalan karena harga-harga terus naik. Sebagai bentuk protes. Meski uang bulanan belum naik. Bisnis di kampung juga jalan di tempat. Karena daya beli ikut turun. Semua memakai ikat pinggang : Disuruh berhemat. Sebagaimana pesan pemerintah.

Tambahkan lagi : Masih ada pro kontra terkait melemahnya dollar ini. Ada yang bilang bahwa ini tidak sepenuhnya salah pemerintah. Karena ada dampak luar negeri. Dan belum separah krismon 1998. Belum. Dan jangan dibandingkan. Tugas kita adalah membantu pemerintah. Banyak membeli produk lokal. Kurangi plesiran di luar negeri. Ada juga yang merasa pemerintah juga punya salah. Terlalu banyak impor.Bahwa ini bisa berdampak buruk bagi perekonomian nasional. Sebuah peringatan. Perusahaan-perusahaan juga mulai khawatir. Meski pemerintah bilang masih aman. Bahkan berdampak positif. Meski hutang juga ikut bertambah. Menurut data pemerintah. Meski mahasiswa yang kuliah di luar negeri semakin sedikit uang bulannya. Meski ada juga yang bergembira.
Lucunya yang pro kontra ini saling menyindir. Saling mengomentari. Setidaknya itu yang terlihat di media sosial. Padahal : Sudut pandangnya saja memang berbeda. Yang satu ingin membantu dengan jangka panjang dan horizontal. Satunya lagi jangka pendek dan vertikal.
Padahal seharusnya tidak begitu. Biarlah berjalan sesuai sudut pandangnya. Yang saya tahu : sama-sama baik niatnya. Ingin membuat indonesia menjadi baik. Hanya caranya yang berbeda. Hanya sudut pandang yang berbeda.
Sekarang saatnya lakukan apa yang kita bisa. Pakai cara masing-masing. Tidak perlu sibuk mengomentari. Mudah-mudahan semuanya berdampak baik untuk negerinya Ahmad Dhani.
