Delusi

Semuanya, hanya sementara

Malam ini terasa dingin bukan?
Secangkir kopi hangat sedikit mengusir rasa kantuk yang singgah
Tak terasa hingga kini rintik hujan masih membuatku terjaga

Untukmu yang sudah lelah berjuang seharian ini
Bukan puisi, bukan juga narasi, hanya sedikit suara hati
Percayalah langit malam ini begitu indah
Izinkan aku meracau dibawah jutaan bintang
Yang kemilaunya terangi jalanmu, terangi hatimu

Layaknya pendaki yang ingin taklukkan gunung impiannya
Pernah kita lewati tanjakan terjal
Tak jarang kita jumpa sisi jurang
Tapi kita selalu ingin sampai di puncak, bukan?

Mungkin hari ini kita telah tiba di puncak bayangan
Indah nian terlihat bukan?
Ya, tarian awan-awan itu seakan buat kita lupa lelah yang telah kita lewati
Lampu-lampu kota itu bersinar sambut kedatangan kita

Puncak bayangan hanya ilusi
Bukankah puncak sesungguhnya yang ingin kita capai?
Akan kubawa kau kesana dengan segenggam mimpi
Dan kelak dibawah mentari pagi, kau akan tahu indahnya perjalanan ini

Malam ini terasa gelap bukan?
Jangan pernah takut akan kegelapan
Percayalah, karena saat kau jadi gelap
Izinkan aku jadi gulita


Bandung

Dimana momen diukir, dimana memori dipendam.

09.10.16 - 7.30