Detik tak Bergerak

Disaat batas menjadi bias, rasanya hanya waktu yang dapat menjadi perantara. Menjadi jurang paling dalam, antara kini dan lalu.

Hanya menit, pembeda tawa dan air mata. Hanya detik, batas buta antara pandangan mata dan satu buah rasa.

Kiranya aku tak paham betul perihal rahasia waktu. Apa berhenti merupakan sebuah jeda? Atau jangan-jangan dapat menjadi prahara?

Biarkan waktu menjawab katamu, tapi aku rasa dirimu tak tepat bertanya. Karena jawabnya sungguh ada pada dirimu sendiri.


Bandung

Kotaku

21.10.17 – 19.27

Like what you read? Give Rihan Wibowo a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.